Gaza, LiputanIslam.com –  Tiga orang Palestina gugur syahid, dua di antaranya akibat kekerasan pasukan Zionis Israel terhadap massa Palestina yang menggelar aksi Great March of Riturn dengan tema “Jumat Revolusi Demi al-Quds dan al-Aqsa” di wilayah perbatasan Jalur Gaza-Israel, Jumat (17/8/2018).

Departemen Kesehatan Palestina menyatakan bahwa dua orang Palestina di Jalur Gaza yang gugur ketika aksi itu berlangsung adalah Karim Abu Fatayir, 30 tahun, warga Deir al-Balah dan Saadi Akram Moammar, 26 tahun, warga Rafah.

Dilaporkan pula bahwa dalam peristiwa itu lebih dari 100 orang Palestina juga menderita luka-luka, 26 di antaranya terkena peluru tajam, termasuk empat paramedis.

Aksi itu diikuti oleh puluhan ribu warga Palestina untuk menegaskan hak seluruh pengungsi Palestina ke kampung halamannya, dan menuntut penghentian blokade Israel terhadap Jalur Gaza.

Sementara itu, pasukan Zionis Jumat malam menyatakan bahwa satu pemuda Palestina meninggal akibat luka tembak yang dideritanya. Menurut pasukan ini, pemuda itu ditembak karena hendak menikam seorang polisi Israel di kota al-Quds (Yerussalem).

Palestina Information Center melaporkan bahwa pemuda itu telah menikam seorang tentara Israel di dekat Gerbang al-Majlis, salah satu gerbang komplek Masjid al-Aqsa, sehingga kemudian ditembak.

Para saksi mata mengatakan bahwa pasukan Zionis menutup empat gerbang Masjid al-Aqsa dan kawasan Gerbang al-Amud menyusul insiden penikaman tersebut.

Juru bicara kepolisian Israel menyatakan pihaknya telah mengirim pasukan ke lokasi peristiwa untuk melakukan penyelidikan. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*