lebanon-miche-aoun

Michel Aoun

Beirut, LiputanIslam.com –  Wakil Ketua Dewan Eksekutif Hizbullah Syeikh Nabil Qaouk menilai  terpilihnya Michel Aoun sebagai presiden Lebanon sebagai pertanda kekandasan sepak terjang rezim Arab Saudi di Lebanon.

“Terpilihnya presiden merupakan kemenangan nasional, historis, dan strategis Lebanon sekaligus merupakan deklarasi kegagalan siasat dan konspirasi Saudi, termasuk pemvetoan nama calon yang kuat, nasionalis dan populis,” katanya, Minggu (30/10/2016).

Dia menambahkan, “Perkembangan politik di Lebanon secara resmi mengonfirmasikan kekakandasan politik Saudi di kawasan, termasuk Lebanon.”

Menurutnya, rezim Riyadhlah yang bertanggungjawab atas kevakuman jabatan presiden Lebanon selama dua setengah tahun akibat tervetonya nama Michel Aoun.

Di bagian lain pernyataannya, Qaouk mengatakan bahwa para pejuang muqawamah (resistensi) Hizbullah tidak akan melepaskan tanggungjawabnya membela negara dan bangsa Lebanon, dan akan terus berjuang melawan para teroris takfiri di Suriah.

“Sekarang para pejuang muqawamah dan tentara Suriah sedang berperang melawan gerombolan-gerombolan takfiri yang didanai dan dipersenjatai oleh Saudi,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa Saudi berambisi menyulap Suriah menjadi basis kelompok-kelompok teroris takfiri semisal ISIS dan Jabhat al-Nusra. Karena itu, lanjutnya, jika ambisi ini tercapai maka Lebanon akan terancam langsung dan berpotensi ikut menjelma menjadi negara radikal takfiri.

“Kita memohon kepada Allah SWT agar umat Islam, Mekkah al-Mukarramah, dan Madinah al-Munawwarah selamat dari politik-politik jahat dan takfiri rezim Saudi,” pungkasnya.

 Politisi Kristen Michel Aoun telah dipersiapkan untuk dipilih sebagai kepala negara pada hari Senin dengan dukungan berbagai pihak, termasuk banyak musuh lamanya.

Meski didukung Iran yang bersekutu dengan Hizbullah yang Syiah, Aoun pada akhirnya juga didukung pemimpin kelompok Sunni Saad al-Hariri, yang bersekutu dengan Saudi dan lama memusuhi Hizbullah, sementara Hariri sendiri akan menjadi perdana menteri sesuai kesepakatan barunya dengan Aoun.

Pemilihan Aoun sebagai presiden menandai berakhirnya kevakuman jabatan presiden selama 29 bulan akibat krisis politik yang telah melumpuhkan pemerintah Libanon dan mengundang kekuatiran terhadap kemungkinan pecahnya kembali perang saudara yang pernah melanda negara ini pada tahun 1975 hingga 1982. (mm/irna/reuters)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL