Sanaa, LiputanIslam.com –  Kelompok pejuang Ansarullah (Houthi) menyerahkan pelabuhan Hodeidah kepada Pasukan Penjaga Pantai Yaman sesuai perjanjian gencatan senjata yang disponsori PBB dan ditandatangani di Swedia awal bulan ini. Demikian dikatakan  sumber PBB dan juru bicara kelompok Ansarullah, Sabtu (29/12/2018).

Ansarullah telah bersepakat dengan kelompok mantan presiden Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi yang didukung Saudi untuk mengimplementasikan gencatan senjata di kota Hodeidah dan menarik pasukan mereka.

Seorang pejabat Ansarullah kepada kantor berita Saba menyatakan pihaknya memulai “tahap pertama penarkan dari pelabuhan Hodeida.”

Gubernur Hodeidah, Mohammed Ayash Qaheem, yang berasal dari Ansarullah mengatakan kepada Reuters bahwa para pejuang Ansarullah telah menarik diri dari pelabuhan sebagaimana ditentukan dalam perjanjian damai, dan menyerahkan kendali kepada unit lokal penjaga pantai Yaman yang bertugas melindungi pelabuhan sebelum perang.

Kepala tim ahli PBB yang bertugas memantau gencatan senjata tiba di Hodeidah pada awal pekan ini.

Di bawah kesepakatan itu, para pemantau internasional akan ditempatkan di Hodeidah dan Komite Koordinasi Penempatan Kerja, diwakili oleh kedua belah pihak dan yang ditugasi oleh Cammaert, akan mengawasi pelaksanaannya.

Petinggi Ansarullah yang menjabat ketua Dewan Tinggi Revolusi Yaman, Mohamed Ali al-Houthi, mengatakan bahwa penyerahan pelabuhan Hodeidah di hadapan tim PBB merupakan  langkah penting yang meniadakan alasan bagi negara-negara agresor untuk mengganggu perjanjian tersebut.

Menurutnya, implementasi perjanjian itu menunjukkan kredibilitas dan harmoni antara para pemimpin politik dan militer.

Dia menambahkan bahwa kelanjutan blokade terhadap Yaman merupakan kejahatan yang kompleks manakala PBB eksis di pelabuhan Hodeidah. (mm/aljazeera/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*