SistanwaBaluchistan, LiputanIslam.com – Sedikitnya 27 anggota Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran meninggal dan 13 lainnya cedera terkena ledakan bom bunuh diri yang menyasar sebuah bus IRGC di daerah Sistan wa Baluchestan di bagian tenggara Iran, Rabu (13/2/2019).

Serangan itu menyasar bus yang mengangkut para anggota IRGC di provinsi Sistan-Baluchestan, ungkap kantor berita IRNA yang mengutip “sumber informasi”.

Pemboman itu terjadi di jalan antara kota Khash dan Zahedan di daerah yang bergejolak di dekat perbatasan Iran dengan Pakistan.

Sebuah video yang diposting oleh kantor berita Fars memperlihatkan darah dan serpihan di sebuah jalan di lokasi serangan.

Media Arab Saudi melaporkan bahwa kelompok militan yang beroperasi di Iran tenggara dan menamakan dirinya Jaish al Adl mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Jaish al Adl tahun lalu mengaku telah menculik 14 anggota pasukan keamanan dan lima di antara pasukan yang diculik kemudian dibebaskan setelah ada mediasi Pakistan pada November 2018.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qasemi bersumpah bahwa negaranya akan membalas serangan yang terjadi kemarin.

“Anak-anak militer dan intelijen yang siap berkorban demi rakyat Iran akan membalas dendam atas darah para syuhada insiden ini,” tegasnya. (mm/alalam/mee)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*