Sanaa, LiputanIslam.com –  Kelompok pejuang Ansarullah (Houthi) di Yaman berhasil menembak jatuh pesawat nirawak (drone) ScanEagle RM1 buatan AS yang diluncurkan dari wilayah Arab Saudi, Jumat (1/11/2019).

Ansarullah dalam statemennya tentang ini menyebutkan bahwa nirawak itu tertembak jatuh oleh rudal di garis kontak ketika terbang di angkasa wilayah Saudi mendekati perbatasan.

Nirawak jenis ScanEagle RM1 milik AS pernah direbut kendalinya pada tahun 2012 dan kemudian diduplikasi oleh Iran.

Nirawak ini tergolong tipe lama dan jauh tak semutakhir nirawak Global Hawk yang ditembak jatuh oleh Iran beberapa bulan lalu, namun ScanEagle RM1 banyak diandalkan AS karena beberapa faktor, yaitu harganya yang lebih terjangkau, ukurannya yang kecil, dapat diluncurkan di mana saja, tak mudah terdeteksi, dan dapat menghasilkan data-data akurat.

Baca: Pesawat Pembom B-1 AS Tiba di Saudi

Keberhasilan Ansarullah menembak jatuh ScanEagle RM1 menunjukkan bahwa kelompok pejuang pimpinan Abdul Malik al-Houthi ini memiliki rudal-rudal pintar yang diduga berasal dari Iran, dan pada gilirannya pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi yang didukung AS tidak mudah lagi menerbangkan drone-drone mereka di angkasa Yaman.

Baca: Tujuh Tentara Saudi Tewas Akibat Bentrokan dengan Pasukan Yaman di Perbatasan

ScanEagle RM1 tidak memiliki fleksibilitas dan kemampuan jet tempur yang melesat dengan cepat pada ketinggian optimal, sementara AS dan pasukan koalisi Arab Saudi-Uni Emirat Arab yang mengandalkan satelit dan drone juga kesulitan mendeteksi lokasi-lokasi penembakan rudal Ansarullah. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*