Riyadh, LiputanIslam.com –  Arab Saudi dan negara-negara sekutunya mengecam resolusi Dewan Keamanan PBB tentang HAM untuk perpanjangan misi penyelidikan dugaan kejahatan perang dalam perang Yaman.

Dalam statemen bersama berbahasa Inggris yang dirilis Jumat malam lalu (28/9/2018) Arab Saudi beserta pemerintahan presiden tersingkir Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir menyatakan bahwa negara-negara Arab “prihatin” atas kegagalan Dewan HAM PBB terkait “draf yang terpadu mengenai Yaman”.

Kantor berita Saudi, SPA, dan Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab memublikasi statemen bersama tersebut.

Statemen itu menilai resolusi tersebut “berpihak”, dan “jelas bertentangan dengan mandat yang telah dibatasi oleh Dewan Keamanan PBB.”

Pemerintahan Mansour Hadi menyatakan tidak akan bekerjasama dengan tim investigasi PBB dengan dalih berhak menolak campurtangan dalam urusan internal Yaman.

Sebanyak 21 dari 47 negara telah memberikan suara setuju atas resolusi tersebut, sementara yang menolak berjumlah 8 negara, dan 18 negara lainnya abstein. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*