Sanaa, LiputanIslam.com –  Mantan presiden Yaman Ali Abdullah Saleh yang bersekutu dengan kelompok Ansarullah (Houthi), Minggu (1/20/2017), menyatakan Maroko telah keluar dari koalisi Arab pimpinan Arab Saudi, dan dua negara Arab lain kemungkinan juga akan mengikuti jejak Maroko. Dia juga menyerukan kepada  koalisi Arab pimpinan Arab Saudi agar menyelesaikan semua perkaranya dengan Iran tanpa melibatkan Yaman.

Koalisi Arab dan pihak presiden tersingkir Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi menuding Iran memberikan dukungan senjata dan personil kepada aliansi Ansarullah-Saleh. Mereka juga menyatakan bahwa operasi militer yang mereka mulai di Yaman sejak 26 Maret 2015 bertujuan antara lain mematahkan perpanjangan tangan Iran di Yaman.

Sebagaimana dilansir al-Motamar Net yang berafiliasi dengan partai pimpinan Saleh, tokoh yang juga sangat berpengaruh di Yaman ini menepis adanya dukungan Iran kepada kelompok Saleh, dan meminta koalisi Arab membuktikan tuduhannya dalam masalah ini.

“Tunjukkan kepada kami satu saja tawanan dan personil dari Iran yang terbunuh, dan kami akan bertanggungjawab. Tunjukkan kepada kami satu saja rudal atau pesawat Iran yang jatuh ke tangan kalian,” tegas Saleh.

Dia menambahkan bahwa Maroko telah keluar dari koalisi Arab, dan bisa jadi dua negara lain juga akan mengikuti langkah Maroko, tanpa menyebut nama dua negara itu dan tidak pula menjelaskan sumber yang mengatakan bahwa Maroko keluar dari koalisi yang berambisi menumpas aliansi Ansarullah-Saleh tersebut.

Kaolisi Arab sendiri juga tidak mengumumkan keluarnya Maroko  yang terlibat dalam operasi bersandi “Badai Mematikan” yang dilancarkan Saudi dan sekutunya terhadap Yaman. Dalam keterlibatan ini Maroko telah kehilangan jet tempurnya yang jatuh hingga satu pilotnya tewas di provinsi Sa’dah, Yaman utara, pada 12 Mei 2015. (mm/rayalyoum/fna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL