NewYork, LiputanIslam.com –  Rusia dalam sidang khususnya Dewan Keamanan PBB mengusulkan sebuah prakarsa yang terdiri atas 6 langkah untuk menyelesaikan krisis Suriah.

Dubes Rusia untuk PBB Vasily Nebenzya di sela-sela sidang Dewan Keamanan PBB yang digelar pada Selasa (17/4/2018) atas permintaan Rusia untuk membahas situasi kemanusiaan di kota Raqqa, Suriah, dan kamp pengungsi al-Raqban di kawasan perbatasan Suriah-Yordania menjelaskan enam langkah tersebut sebagai berikut;

Pertama, krisis Suriah tak dapat diselesaikan secara militer, melainkan harus berdasarkan prinsip kebijakan penyelesaian yang sudah dikenal di mana semua pihak terkait hendaknya bekerjasama menerapkan resolusi 2254 Dewan Keamanan PBB yang mendukung Perundingan Astana dan hasil dialog nasional Suriah di kota Sochi, Rusia.

Kedua, Amerika Serikat (AS) dan sekutunya hendaknya berhenti mengintimidasi Suriah yang notabene negara berdaulat karena intimidasi ini merupakan pelanggaran terhadap Piagam PBB dan hukum internasional.

Ketiga, semua negara dan kelompok politik hendaknya menghentikan retorika permusuhan dan kebencian terhadap pemerintah Suriah dan Rusia, dan mengakhiri pula upaya penggulingan pemerintah Suriah melalui cara kekerasan.

Keempat, semua negara berpengaruh hendaknya menjamin keberlepasan mereka secara final dari kelompok-kelompok teroris, dan memulai kerjasama internasional secara kongkret dalam pemberantasan terorisme.

Kelima, PBB dan masyarakat internasional hendaknya bergabung memberikan bantuan kemanusiaan secara kongkret kepada rakyat Suriah.

Keenam, semua organisasi pemberontak Suriah hendaknya berhenti melakukan tindakan-tindakan provokatif semisal peneberan isu hoax penggunaan senjata kimia oleh tentara Suriah yang kemudian mengundang agresi asing. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*