Moskow, LiputanIslam.com –  Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa kelompok teroris takfiri Jabhat  Fateh al-Sham alias Jabhat al-Nusra sedang mempersiapkan serangan kimia  di Suriah dengan tujuan menyudutkan Angkatan Udara Rusia.

Pusat Rekonsiliasi Suriah yang bernaung di bawah kementerian itu dalam sebuah pernyataannya yang dirilis Jumat (17/5/2019) mengaku telah menerima informasi tentang itu dari beberapa warga kota Saraqib, provinsi Idlib.

Disebutkan bahwa para ekstremis itu berencana membuat rekaman video pada apa yang nanti akan mereka klaim sebagai kasus keracunan warga sipil di dekat  amunisi Rusia, dan kemudian menerbitkan video itu di media sosial atau menyerahkannya kepada media Barat  untuk menebar hoax bahwa jet tempur Rusia telah menggempur kawasan permukiman di sana dengan senjata kimia.

Pada 23 April lalu sumber-sumber lokal yang meminta tidak disebutkan namanya mengatakan kepada kantor berita resmi Suriah, SANA, bahwa kawanan teroris Jabhat Fateh al-Sham dan White Helmets yang didukung Barat telah bersiap melancarkan serangan kimia di provinsi Idlib dan provinsi Hama.

Dalam  jumpa pers di, Moskow, ibukota Rusia, pada 18 April lalu juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova memperingatkan bahwa kelompok White Helmets dan Jabhat Fateh al-Sham sedang “mempersiapkan provokasi lebih lanjut yang bertujuan menuduh pemerintah yang sah di Suriah menggunakan zat beracun. ”

Amerika Serikat (AS) pernah memperingatkan bahwa pihaknya akan bertindak dan melancarkan serangan yang lebih sengit  dari serangan kolektif  yang pernah dilakukan AS bersama Inggris dan Perancis pada tahun lalu jika tentara Suriah menggunakan senjata kimia.

Pada 14 April 2018, AS, Inggris dan Prancis melakukan serangkaian serangan udara terhadap Suriah dengan dalih mereaksi serangan senjata kimia di kota Duma yang terletak di sekitar 10 kilometer timur laut Damaskus, ibu kota Suriah. Saat itu AS dan sekutunya menyalahkan Damaskus atas serangan di Duma, namun pemerintah Suriah menepis keras tudingan itu. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*