Moskow, LiputanIslam.com –  Menteri luar negeri Rusia Sergei Lavrov memperingatkan kemungkinan Pasukan Arab Suriah (SAA) segera melancarkan serangan besar-besaran ke provinsi Idlib yang dikuasai oleh kelompok oposisi dan teroris.

Lavrov, Senin 28/1/2019), mengatakan bahwa gencatan senjata yang disepakati pemerintah Suriah yang bersekutu dengan Rusia di satu pihak dan kubu pemberontak yang didukung Turki di pihak lain telah secara efektif berakhir akibat dominasi Idlib oleh kelompok teroris Hay’at Tahrir al-Sham (HTS) yang semula bernama Jabhat al-Nusra dan berafiliasi dengan jaringan teroris al-Qaeda.

HTS dinyatakan Moskow tidak tercakup dalam perjanjian gencatan senjata yang disepakati dengan Turki tahun lalu.

“Sarang teroris masih ada di Idlib adalah fakta, dan para sejawat Suriah kami telah mengkonfirmasi kesiapan mereka untuk menghilangkan hotspot teroris ini,” kata Lavrov, menurut media Rusia.

Dia menambahkan, “Fakta bahwa Nusra dan reinkarnasinya, Tahrir al-Sham, pada kenyataannya telah mengambil alih sebagian besar wilayah di sana, dan ini tentu saja tidak sesuai dengan perjanjian yang dicapai dalam masalah keamanan Idlib.” (mm/alaraby)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*