Teheran, LiputanIslam.com –  Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani kembali menegaskan penolakan terhadap ajakan dialog Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dan menyebut dialog itu hanya akan sia-sia dan tidak akan berpengaruh apapun.

Penolakan itu ditegaskan Rouhani ketika ditemui oleh awak media AS yang mengunjunginya usai partisipasinya dalam sidang ke-73 Majelis Umum PBB di New York, AS, Senin (24/9/2018).

Dia menjelaskan bahwa keluarnya Trump dari perjanjian nuklir Iran dengan lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB (AS, Inggris, Perancis, Rusia, dan Cina) plus Jerman sama sekali tidak didukung alasan yang meyakinkan, dan AS kemudian malah memulai ancamannya sanksi dan campurtangannya terhadap Iran.

“Sulit mengabaikan perangai pemerintah AS dewasa ini terhadap Iran,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa pertemuan dirinya dengan Trump hanya akan bisa terjadi apabila perselisihan antara kedua negara mengalami penurunan dan tersedia benih harapan akan adanya hasil yang positif dari pertemuan itu.

Menurut Rouhani, bukan tak mungkin Iran akan mengubah sikapnya terhadap AS di masa mendatang apabila AS dapat menunjukkan iktikad baiknya untuk membangun hubungan yang baik dengan Iran.

“Trump telah menempuh langkah-langkah keliru terhadap Iran dan bangsanya. Pertama dia harus menyudahi kesalahan ini. Kami semula menempuh kebijakan yang saling menguntungkan dalam berinteraksi dengan Washington, tapi Trump telah merusaknya,” ujar Rouhani.

Presiden Iran juga menyebutkan bahwa AS mendukung kelompok-kelompok teroris anti Iran sejak revolusi Islam di Iran meraih kemenangan pada tahun 1979. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*