Ramallah, LiputanIslam.com – Pengadilan Israel telah memvonis seorang remaja Palestina dengan hukuman 35 tahun penjara atas tuduhan melakukan penikaman di wilayah pendudukan Tepi Barat.

Pengadilan militer Ofer menjatuhkan vonis  itu terhadap Ayham Bassem Sabbah, 18 tahun, warga kamp pengungsi Qalandia utara kota al-Quds (Yerussalem)m, Ahad (16/12/2018). Selain itu Sabbah juga dikenai denda sebesar satu juta shekel Israel atau US$ 264.700.

Sabbah dan Omar Salim Rimawi, 14 tahun, ditembak dan luka parah pada 18 Februari 2016 setelah melakukan serangan dengan menggunakan senjata tajam hingga menyebabkan satu warga pemukim Zionis tewas dan satu lainnya luka di supermarket Rami Levi di komplek industri Shaare Benjamin di  barat laut al-Quds.

Juru bicara polisi Israel Luba al-Samri mengatakan bahwa saat itu dua orang Palestina telah “menyusup” ke permukiman Israel dan memasuki supermarket sebelum menikam kedua warga Zionis tersebut.

Menurut al-Samri, dua warga Palestina itu ditembak hingga luka parah oleh seorang warga sipil bersenjata di lokasi kejadian.

Secara terpisah, pengadilan Israel telah memvonis ibu seorang pemuda Palestina, yang dibunuh oleh pasukan militer Israel tahun lalu, dengan sebelas bulan di penjara atas tuduhan menebar “hasutan di media sosial.”

Pengacara Mohammad Mahmoud dari Komite Narapidana dan Tahanan Palestina Yang Dibebaskan mengatakan pengadilan Israel telah memvonis Susan Abu Ghannam dengan hukuman 11 bulan penjara karena telah memposting pernyataan-pernyataan panas di Facebook.

Wanita Palestina itu ditangkap Agustus lalu setelah puluhan tentara Israel menggerebek rumahnya di daerah At-Tur, 1 kilometer sebelah timur Kota Tua al-Quds. (mm/wafa)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*