Aden, LiputanIslam.com –   Pihak-pihak yang bertikai di Yaman diperkirakan akan menyetujui persyaratan pertukaran tawanan perang dalam waktu 10 hari ke depan selama pembicaraan damai yang disponsori PBB.

“Diharapkan bahwa tanda tangan terakhir akan ada dalam 10 hari,” kata Hadi Haj, kepala delegasi dari kubu presiden tersingkir Yaman Abd Rabbo Mansour Hadi, kepada Reuters melalui telefon, Rabu (23/1/2019).

Pembicaraan antara pihak Mansour Hadi dan gerakan Ansarullah (Houthi) berlangsung di Yordania pekan lalu, dan kedua delegasi harus menyepakati daftar nama tawanan yang akan dipertukarkan.

Kedua pihak sepakat tentang langkah-langkah untuk membangun kepercayaan dalam pembicaraan damai yang disponsori oleh PBB di Swedia Desember lalu di tengah tekanan agar semua pihak yang bertikai di Yaman mengakhiri perang yang sudah empat tahun melanda negara ini dan menewaskan ribuan orang serta menyebabkan jutaan orang terancam kelaparan.

Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mengaku “berharap terjadi kemajuan dalam beberapa hari mendatang, dan mendesak pihak-pihak yang bertikai agar tidak kehilangan kesempatan.”

Demi memuluskan proses pertukaran tawanan tersebut ICRC juga menyatakan siap meningkatkan jumlah staf dan memberi dukungan medis serta dua pesawat untuk mengangkut tahanan dengan rute antara Sanaa, ibu kota Yaman yang dikuasai Ansarullah, dan kota Sayoun yang dikendalikan oleh kubu Abd Rabbo Mansour Hadi.

PBB mendorong penuntasan pertukaran tahanan dan kesepakatan damai di kota Hudeydah, dan pembukaan jalan bagi pembicaraan lebih lanjut antara Ansarullah dan kubu Hadi. (mm/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*