اغتيال القنطار استفزاز لبوتين ورد المقاومة سيكون مزلزلا

Pejuang Hizbullah Lebanon, Syahid Samir Quntar

Beirut, LiputanIslam.com –   Petinggi Hizbullah Lebanon Samir Quntar gugur akibat serangan udara Israel Sabtu malam lalu (19/12). Menyusul peristiwa ini, sumber-sumber Lebanon mengutip leporan media Israel bahwa situasi di negara ilegal Zionis ini sedang mencekam dan para pejabatnya menantikan statemen Sekretaris Jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah mengenai reaksi dan balasan yang akan dilancarkan oleh milisi tangguh yang didukung Iran ini terhadap Israel.

Disebutkan bahwa militer Israel menerapkan status siaga dan menginstruksikan pasukan patroli perbatasan supaya mengambil jarak lebih jauh dari garis perbatasan Lebanon demi mengantisipasi serangan balasan Hizbullah.

Belum ada pernyataan resmi dari Tel Aviv mengenai gugurnya Samir Quntar, namun menurut IRNA, berbagai laporan media Israel memastikan bahwa Quntar sudah lama diincar Israel.

Serangan Israel terhadap Quntar tak pelak mendapat kecaman dari berbagai elemen dan faksi politik di Lebanon dan Palestina. Para pendukung kubu muqawamah (perlawanan terhadap Israel) menyerukan pembalasan terhadap kejahatan Zionis tersebut.

Hizbullah dalam statemennya mengkonfirmankan berita gugurnya Quntar, tawanan Hizbullah yang paling lama mendekam di penjara Israel hingga kemudian bebas dalam kesepakatan pertukaran tawanan Hizbullah-Israel pada tahun 2008.

Statemen itu menyatakan Quntar dan sejumlah warga Suriah gugur akibat serangan jet tempur Israel terhadap sebuah apartemen di Jaramana, sebuah kota di dekat Damaskus, ibu kota Suriah, pada Sabtu malam pukul 22.15 waktu setempat.

Juru bicara Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, Sami Abu Zuhri, saat mengutuk serangan tersebut meminta masyarakat internasional supaya tidak berpangku tangan di depan agresi dan kejatan kaum Zionis Israel.

“Hamas turut mengutuk kejahatan teror Zionis terhadap pejuang Lebanon Samir Quntar, dan Hamas juga menyerukan kepada masyarakat internasional supaya menunaikan tanggungjawabnya untuk menghentikan aksi pembataian yang dilakukan Rezim Zionis,” tegasnya.

Jurnalis senior Arab berdarah Palestina Abdel Bari Atwan mengangkat peristiwa ini dalam editorial terbarunya, Minggu (20/12), untuk media online Rai al-Youm.

Atwan menyebutkan, sudah enam kali Israel berusaha menghabisi Quntar dan baru berhasil pada kali ke tujuh.

“Ini menunjukkan dua hal; pertama, sosok syahid ini merupakan ancaman besar bagi proyek Israel; kedua, perlawanan Arab dan Islam terhadap proyek ini masih berlanjut dan meningkat, meskipun terjadi eskalasi operasi pemulihan keadaan, kerusuhan berdarah, kekacauan bermotif sektarian dan ras, intervensi militer asing, dan tindakan sebagian negara Arab yang justru berlindung kepada Israel dan menjadikannya sebagai sekutu yang bisa dipercaya dalam menghadapi bahaya Iran,” tulis Atwan.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran juga turut mengecam serangan Zionis yang dilakukan dengan melanggar kedaulatan Suriah itu dan menyebutnya sebagai bukti baru bahwa Israel adalah negara teroris.

Juru bicara Kemlu Iran Hossein Jaber Ansari menyerukan kepada semua lembaga dan negara dunia supaya mengutuk serangan tersebut. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL