Istanbul, LiputanIslam.com –  Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan pemerintahannya sedang mempertahankan kontak “tingkat rendah” dengan pemerintah Suriah melalui dinas intelijen, meskipun Ankara merupakan salah satu pihak yang getol memusuhi Damaskus.

Hubungan antara pemerintah Turki dan Suriah memburuk sejak Suriah dilanda krisis pemberontakan dan terorisme pada tahun 2011, dan Ankara menolak komunikasi langsung dengan pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Erdogan telah menyatakan menutup diri dari pembicaraan langsung dengan al-Assad, sementara Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menyatakan komunikasi antara Ankara dan Damaskus dilakukan hanya melalui pihak ketiga, terutama Rusia dan atau Iran.

Pernyataan Erdogan Ahad lalu (3/2/2019) tersebut yang pertama kalinya untuk mengkonfirmasi adanya kontak langsung Ankara dengan Damaskus, meskipun “pada level rendah”.

“Kebijakan luar negeri dengan Suriah berada pada tingkat yang rendah,” kata Erdogan dalam sebuah wawancara dengan televisi TRT milik pemerintah Turki.

Dia menambahkan bahwa dinas intelijen dapat tetap berhubungan bahkan ketika komunikasi terputus di antara para pemimpin.

“Bahkan dengan musuh Anda, Anda jangan memutuskan hubungan secara total, sebab sewaktu-waktu akan diperlukan,” imbuhnya.

Ditanya tentang rencana Amerika Serikat (AS) menarik pasukan dari Suriah, Erdogan berharap Washington segera melakukan penarikan itu, dan memperingatkan bahwa jika tidak, Ankara akan bergerak untuk mencegah kemungkinan ancaman “teror” dari milisi Kurdi yang bersekutu dengan AS.

“Saya berharap AS akan menyelesaikan penarikan dalam waktu singkat karena kami tidak ingin hidup di bawah ancaman. Begitu kami melihat ada indikasi  ancaman, kami akan melakukan apa pun yang diperlukan,” ungkapnya.

Dia juga menjelaskan bahwa situasi di Suriah membaik dari hari ke hari, dan memastikan bahwa Turki menyokong integritas dan kedaulatan bangsa Suriah. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*