Doha, LiputanIslam.com – Persatuan Ulama Muslimin Internasional  mengingatkan dampak negatif aliansi negara-negara Arab dengan Rezim Zionis Israel yang digalang dengan dalih demi melawan Iran, dan menegaskan bahwa “sasaran sebenarnya adalah isu Palestina.”

Persatuan Ulama Muslimin Internasional  (al-Ittihaad al-‘Aalami li’ Ulama’i al-Muslimin/International Union of Muslim Scholars /IUMS) adalah organisasi ulama Ahlussunnah yang berbasis di Doha, Qatar.

Sejak November 2018 organisasi ini dipimpin oleh Syaikh Dr Ahmad Abdul Salam Al-Raisuni dari Maroko ini setelah sebelumnya dipimpin oleh Syaikh Yusuf Qardhawi, ulama ternama dan kontroversial asal Mesir.

Dalam sebuah pernyataan, Ahad (17/2/2019), IUMS menjelaskan,”Muslimin menyimak dengan penuh rasa prihatin atas apa yang terjadi pada Konferensi Warsawa (mulai diselenggarakan Rabu lalu) berupa pertemuan sejumlah besar pejabat Arab dengan Perdana Menteri Negara Israel yang menduduki Tanah Suci dan negeri mereka di Palestina, membunuh anak-anak mereka, mengepung kota-kota mereka, dan menjudaisasi Al-Quds (Yerusalem) dan Palestina dengan bantuan Amerika.”

Baca juga: Lima Hal Yang Perlu Diketahui Tentang KTT Warsawa

Organisasi ini mengingatkan, “Benjamin Netanyahu (Perdana Menteri Israel) sangat senang dalam konferensi ini sembari berucap, ‘Ini adalah titik balik bersejarah’, sementara Menteri Luar Negeri Amerika menyerukan pendekatan dan tindakan untuk mencapai kepentingan bersama antara  Arab dan Israel, dan orang-orang Arab ini lupa terhadap semua yang telah dan akan dilakukan Israel di Al-Quds, Tepi Barat, dan lain-lain.”

IUMS menambahkan: “Beberapa di antara mereka bahkan menyambut dengan ungkapan diplomatik dan dukungan untuk apa yang dilakukan rezim pendudukan (Israel) di Palestina dan Suriah, dan mencemooh apa yang dilakukan para pejuang muqawamah (resistensi anti Israel) yang terkepung…  Semua ini demi membujuk Amerika dan Israel agar menyerang Iran…. Semua indikasi yang ada menunjukkan bahwa sasaran utamanya adalah isu Palestina dan merealiasi apa yang disebut The Deal of The Century (prakarsa damai Amerika Serikat untuk Palestina dan Israel).”

IUMS memperingatkan bahwa “jika terjadi serangan terhadap Iran maka (kawasan) Teluk dan Jazirah (Arabia) mengalami kekacauan destruktif yang hanya akan menguntungkan musuh.”

Lembaga ini menekankan bahwa “keamanan Dunia Islam, termasuk keamanan kawasan ini, tidak akan tercapai melalui kerja sama dan aliansi dengan musuh dan rezim pendudukan yang mengintai kesempatan dan yang slogannya di atas Knesset (parlemen Israel) adalah ‘Dari Sungai Nil Hingga Sungai Eufrat’ serta berambisi untuk kembali ke tanah Khaibar, tanah Bani Nadir dan Qainuqa di Madinah al-Munawwarah.”

IUMS kemudian menegaskan, “Bukan rahasia lagi bahwa proyek Zionis didasarkan pada perpecahan umat (Islam) dan kekacauan agar umat ini disibukkan dengan berbagai persoalan dan perangnya, sementara Zionis sendiri menjadi penonton yang dapat mewujudkan keamanan dan stabilitasnya.” (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*