Karbala, LiputanIslam.com –  Menyambut peringatan Arba’in, yaitu 40 hari kesyahidan Imam Husain RA, cucunda Nabi Muhammad SAW, penduduk Irak bagian tengah dan selatan menampilkan fenomena yang bisa jadi tak ada bandingannya di dunia.

Penduduk, termasuk warga yang tergolong miskin, di berbagai kota dan daerah di jalur yang dilintasi peziarah rela mengorbankan waktu, pikiran, dan hartanya untuk melayani dan menjamu jutaan peziarah yang berjalan kaki yang menyemut dari berbagai pelosok dan mengalir menuju komplek makam Imam Husain bin Ali bin Abi Thalib RA di kota Karbala.

Penduduk bahkan membuka pintu-pintu halaman serta menyilakan para peziarah masuk untuk menyantap sajian sehingga peziarah yang terdiri atas laki-laki dan perempuan dari berbagai usia tak perlu membawa bekal ataupun membeli makanan di sepanjang perjalanan.

Penduduk di sepanjang jalur yang dilintasi iring-iringan peziarah yang berlangsung selama berhari-hari itu dengan senang hati berkorban dengan cara demikian semata-mata demi menunjukkan kecintaan mereka kepada Ahlul Bait suci Nabi SAW dan berharap mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Menurut para pengamat, fenomena ini dari tahun ke tahun alih-alih mengecil, justru semakin membesar dan menjadi tradisi dan identitas keislaman mereka. Selain itu, warga Irak sendiri sejak dahulu memang dikenal sangat ramah dalam menyambut tamu. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*