kapal perang iranWashington, LiputanIslam.com – Juru bicara Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pentagon, Kolonel Steve Warren menyatakan pihaknya terus memantau pergerakan kapal kargo “Shahed Iran” yang dinyatakan oleh pemerintah Iran semata-mata membawa bantuan kemanusiaan untuk korban perang Yaman.

Sebagaimana dilaporkan Reuters, hal itu dinyatakan Warran dalam jumpa pers Selasa (19/5). Dia menambahkan bahwa dua kapal perang Iran “telah ditautkan” dengan kapal kargo itu saat melintas di kawasan di mana kapal-kapal perang Iran menjalankan operasi kontra-pembajakan.

“Sementara ini kami tidak terlalu khawatir,” kata Warren.

Dia juga mengatakan bahwa lokasi kapal “sedang dipantau pada setiap langkah perjalanannya.”

Sebelumnya, dua aktivis asing yang berada di atas kapal kargo Shahed  Iran mengatakan kepada Reuters bahwa kapal ini tidak dikawal oleh kapal perang Iran.

“Ini semata-mata misi kemanusiaan. Tak ada kapal yang menyertai kami, apalagi kapal-kapal perang Iran,“ kata Christoph Horstel, aktivis politik Jerman yang berada di atas kapal kargo Iran.

“Sejauh saya memandang cakrawala, tidak ada kapal sama sekali, dan selama perjalanan tidak pernah ada kapal perang,” kata Horstel yang pernah bekerja untuk TV ARD Jerman. Menurutnya, hanya ada pesawat terbang tak dikenal yang tiga kali mengitari kapal itu pada Senin lalu (18/5).

Berbeda dengan pernyataan Horstel, wartawan Alalam yang juga berada di dalam kapal Minggu lalu melaporkan bahwa kapal itu segera disambut dan diiringi oleh kapal perang Iran ketika memasuki Teluk Aden di perairan Yaman. (Baca: Diiringi Kapal Perang, Kapal Bantuan Iran Masuki Teluk Aden, Peringatan AS Tak Digubris)

Laporan serupa dinyatakan oleh wartawan lembaga pemberitaan Iran lainnya, Tasnim, yang juga berada di atas kapal itu. Disebutkan bahwa kapten kapal Iran Shahid menyatakan  kapalnya mulai dikawal oleh dua kapal perang iran.

Wakil Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Brigjen Masoud Jazayeri pekan lalu mengingatkan Arab Saudi dan AS bahwa serangan dalam bentuk apapun terhadap kapal Iran Shahed dapat menyulut perang yang “kobaran apinya tak akan dapat dikendalikan oleh AS dan Saudi.” (Baca: Jenderal Iran: Perang Besar Berkobar Jika Kapal Bantuan Kemanusiaan Iran Diserang)

Kapal Iran Shahed yang dinyatakan memuat 2500 ton bantuan kemanusiaan berupa beras, tepung gandum, ikan kaleng, tenda, selimut dan obat-obatan itu dijadwalkan merapat ke pelabuhan Hudayda, Yaman, pada hari Kamis besok (21/5). Pelayaran kapal ini terus mendapat sorotan internasional karena menjadi salah satu cara Iran untuk menunjukkan ketidak takutannya kepada AS, apalagi Arab Saudi. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL