al-houthiSanaa, LiputanIslam.com – Pemimpin gerakan Ansarullah (Houthi) Abdel Malik al-Houthi menyatakan bahwa agresi Arab Saudi terhadap Yaman tidak akan terjadi seandainya tidak mendapat persetujuan dari Amerika Serikat (AS).

“Mereka mengatakan bahwa agresi ini dilakukan demi rakyat Yaman. Logika demikian ini rapuh, tak dapat diterima dan merupakan alasan yang tak berdasar dalam upaya mereka menjustifikasi serangan terhadap Yaman. Agresi ini terjadi karena dukungan dan perencanaan AS. Mereka membunuhi anak-anak kecil Yaman dengan bom, rudal dan jet tempur AS,” papar al-Houthi dalam pesan yang disiarkan di TV Yaman, sebagaimana dilaporkan Alalam, Minggu (19/4).

Dia menambahkan bahwa AS memimpin, memberikan instruksi dan mengarahkan agresi terhadap Yaman, sementara Israel membantu dan menyokongnya.
“Mereka dan para antek mereka inilah yang menjadi ancaman bagi Haramain (tanah suci Mekkah dan Madinah), dan sama sekali bukan Yaman,” tambahnya.

Abdel Malik al-Houthi memastikan bahwa semua sasaran serangan Saudi dan sekutunya di Yaman ditentukan oleh AS.

“Rezim Saudi adalah tentara dan pelayan bagi AS… Penggunaan klaim pembelaan Haramain sebagai pembenaran untuk agresi terhadap Yaman adalah penodaan terhadap Islam. Penggunaan klaim pembelaan keamanan kaum Arab untuk membenarkan agresi ke Yaman juga merupakan pernyataan absurd dan tidak benar,” tegasnya.

Menurut laporan lain yang dilansir IRNA, dalam pesan itu al-Houthi juga menegaskan rakyat Yaman akan terus berjuang untuk meraih hak-haknya.

“Pihak-pihak yang berpikir bahwa dengan agresi itu mereka akan dapat menudukkan rakyat Yaman hanyalah berilusi belaka,” katanya.

Seperti diketahui, sejak 26 Maret lalu Yaman diterjang “Badai Mematikan”, yaitu operasi serangan udara yang dilancarkan koalisi 10 negara Arab pimpinan Arab Saudi dengan alasan demi memulihkan pemerintahan presiden pelarian Abd Rabbuh Mansur Hadi yang bersekutu dengan Saudi. Sejauh ini serangan ini telah menjatuhkan ribuan korban tewas dan luka serta menyebabkan puluhan ribu orang mengungsi yang sebagian di antaranya menyebrang ke benua Afrika. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL