Sanaa, LiputanIslam.com –  Pemimpin gerakan Ansarullah (Houthi) di Yaman, Abdel Malik al-Houthi, menegaskan pihaknya pantang menyerah, namun siap untuk secara terhormat menerima perdamaian yang menjamin terhentinya serangan terhadap bangsa Yaman.

“Kami kuatir terhadap Masjid Nabawi dan Masjid al-Aqsa dari (agresi) Amerika Serikat (AS) dan Israel, karena mereka serupa dengan kebejatan dan kebrutalan Bani Umayyah di masa silam,” ungkapnya dalam pidato televisi pada peringatan kesyahidan Zaid bin Ali Zainal Abidin ra, Kamis (4/10/2018), sembari menyinggung penghinaan Presiden AS Donald Trump terhadap Raja Salman bin Abdulaziz dari Arab Saudi.

“Kami sama sekali bukan orang yang dapat menyerah. Agama, kehormatan, maupun jatidiri kami tidak menerima tindakan menyerah. Apakah bangsa Vietnam diam ketika AS menduduki wilayahnya?” lanjutnya.

Mengenai solusi damai dia mengatakan, “Sekarang sebagian orang berbicara soal kami menolak segala bentuk solusi damai yang fair dan adil. Kami seakan bersikeras melanjutkan perang… Ketika kami melawan tghaghut AS, Israel serta rezim Saudi dan Uni Emirat Arab maka kami berada di jalan yang benar, jalan para nabi dan figur mulia.”

Dia menyebutkan bahwa musuhnya sekarang terfokus pada kawasan pesisir barat Yaman serta perbatasan sehingga melakukan pengerahan pasukan secara kontinyu.

“Konsentrasi musuh ialah mencapai Hudaydah dan meningkatkan blokadenya terhadap bangsa Yaman yang besar,” tuturnya.

Dia menyayangkan adanya orang-orang Yaman selatan yang justru ikut berperang bersama pihak agresor hanya demi “mendapatkan sedikit uang.” (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*