asharq-al-awsatBaghdad, LiputanIslam.com –  Koran Asharq al-Awsat (AA) milik rezim Arab Saudi yang terbit di London, Inggris, harus membayar mahal atas ulahnya menebar berita palsu yang menyudutkan para peziarah Karbala dan kaum wanita setempat. Setelah Pengadilan al-Karadah di Baghdad, Rabu (23/11/2016) mengeluarkan surat perintah penangkapan wartawan AA di ibu kota Irak ini, dikabarkan bahwa pemerintah Saudi mencopot pemimpin redaksi koran berbahasa Arab tersebut.

Sebuah sumber mengatakan bahwa perintah penangkapan itu dikeluarkan berdasarkan pasal 372 undang-undang pidana Irak yang melarang penistaan terhadap keyakinan dan simbol umat beragama.

Pemerintah Irak menyerukan pemboikotan AA dan mengimbau pemerintahan otonomi Kurdistan supaya menutup kantor koran ini di kota Arbil.

Seperti pernah diberitakan, AA Minggu lalu muat berita hoax bahwa di Karbala banyak wanita setempat hamil di luar nikah yang sah akibat berhubungan dengan para peziarah. Parahnya, fitnah ini ditebar dengan mencatut nama juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Disebutkan bahwa WHO mengingatkan bahaya penyakit akibat hubungan bebas antara peziarah dan wanita setempat.

Di halaman pertama koran AA edisi Minggu (20/11/2016) berita hoax itu terpampang dengan judul “Peringatan PBB Terhadap Maraknya Kehamilan Ilegal di Karbala.” WHO lantas mengecam keras berita hoax dan pencatutan nama tersebut. WHO bahkan menyatakan berhenti bekerjasama dengan dewan redaksi AA di Baghdad.

Kecaman dari para pejabat dan tokoh Irak, termasuk Perdana Menteri Haider Abadi,  juga menyeruak di Negeri 1001 Malam ini.

Tak lama kemudian, salah seorang reporter AA di Irak dalam sebuah pesan singkat di halaman Facebooknya mengaku telah mengajukan surat pengunduran diri, sementara Maad Fayad yang juga bekerja sebagai wartawan AA di Baghdad mengaku sama sekali tidak terlibat dalam penulisan berita hoax itu.

“Bagaimana mungkin saya dapat menistakan kaum wanita Irak yang merupakan saudara setanah air saya sendiri, apalagi berkenaan dengan ziarah suci Arba’in. Lagi pula, dewasa ini beberapa anggota keluarga besar saya sendiri juga ikut berziarah dan berpartisipasi dalam proses ziarah Arba’in,” tulisnya.

Hingga Rabu kemarin tidak jelas keberadaan dua wartawan AA itu.

Berita hoax itu sendiri dimuat AA bersamaan dengan berkumpulnya puluhan juta umat Muslim Syiah di Karbala untuk memperingati Arba’in, 40 hari kesyahidan Imam Husain ra, cucu Nabi Muhammad saw, pada tahun 61 H.

Dalam perkembangan terbaru, pemimpin redaksi koran berskala internasional itu, Salman al-Dosary, dan reporter yang bersangkutan dicopot atas instruksi pemerintah Saudi.  Tak hanya itu, untuk pertama kalinya dalam kurun waktu 25 tahun, jabatan pemimpin redaksi AA akan diserahkan kepada orang lain yang bukan berdarah Saudi, yaitu kepada Ghassan Charbel, pria berdarah Lebanon dan mantan pemimpin redaksi al-Hayat yang juga merupakan media Saudi. (mm/afp/alhayat/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL