Jenewa, LiputanIslam.com –  Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Idriss Jazairy mengecam sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap Iran dan menyebutnya “tidak adil dan berbahaya”.

Dalam pernyataan tertulisnya mengenai dampak negatif sanksi itu, Rabu (22/8/2018), Jazairy mengatakan: “Sanksi yang tidak adil dan berbahaya ini menghancurkan ekonomi dan mata uang Iran, membuat jutaan orang jatuh miskin dan membuat barang impor tidak terjangkau.”

Pada 6 Agustus lalu AS kembali memberlakukan sanksi ekonomi babak pertama yang menyasar terutama sektor perbankan Iran.

Sanksi tersebut dimaksudkan untuk menghalangi akuisisi Teheran terhadap mata uang AS, perdagangan logam mulia, transaksi bank dalam mata uang Iran, kegiatan yang terkait dengan utang negara Iran, dan sektor otomotif Iran.

Jazairy mempertanyakan apakah AS akan menyediakan makanan dan obat-obatan kepada jutaan orang Iran yang tidak mampu lagi membelinya.

“Sistem saat ini menciptakan keraguan dan ambiguitas yang membuat semua itu tidak mungkin bagi Iran untuk mengimpor barang-barang kemanusiaan yang sangat dibutuhkan ini. Ketidakjelasan ini menyebabkan ‘efek menakutkan’ yang mungkin menyebabkan kematian diam-diam di rumah sakit karena obat-obatan habis, sementara media internasional gagal memerhatikannya.”

Pelapor khusus mendesak AS untuk “menunjukkan komitmennya untuk mengizinkan komoditas pertanian, makanan, obat-obatan, dan peralatan medis ke Iran.

“Sanksi harus adil, dan tidak boleh mengarah pada penderitaan orang yang tidak bersalah,” tambah Jazairy. (mm/anadolu)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*