Sanaa, LiputanIslam.com –  Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman Brigjen Yahya Saree yang bersekutu dengan gerakan Ansarullah (Houthi) kembali menegaskan tanggungjawabnya atas serangan yang menerjang dua pabrik minyak Arab Saudi.

Dia mengungkapkan kebanggaannya atas serangan itu karena berhasil menimbulkan kerusakan parah pada pabrik pengolahan minyak dan gas Saudi Aramco di Abqaiq dan Khurais di kawasan timur Saudi.

Menurutnya, serangan itu merupakan contoh kecakapan luar biasa pasukan militer Yaman dan pejuang Komite Rakyat yang berafiliasi dengan Ansarullah.

“Kekuatan kami telah mencapai tingkat efisiensi dan kemampuan yang tinggi. Mereka dapat memproduksi berbagai jenis pesawat nirawak dalam waktu singkat. Operasi ‘Balance Deterrent II’ yang menyasar instalasi minyak Saudi merupakan contoh sempurna kemampuan pasukan kami dalam hal perencanaan dan implementasi, “ujar Saree dalam konferensi pers di ibukota Sana’a pada Rabu malam (18/9/2019).

Dia menambahkan, “Kami meyakinkan dunia bahwa Yaman yang bebas dan tabah tidak akan ragu menanggapi koalisi agresi (yang dipimpin Saudi), dan akan menggunakan haknya yang sah untuk membidik semua target jauh di dalam negara-negara yang terlibat.”

Saree memperlihatkan foto udara yang diambil oleh pesawat pengintai Yaman setelah operasi serangan itu. Foto itu memperlihatkan tingkat kerusakan pada dua fasilitas minyak utama di Arab Saudi.

Baca: Saudi Tuding Iran Penyerang Aramco, Ini Bantahan Awal Teheran

“Kehancuran pada fasilitas yang disasar jauh lebih besar daripada apa yang telah diumumkan. AS berusaha mempublikasikan gambar palsu dari operasi tersebut sebagai bagian dari upaya untuk meremehkannya. Kebakaran telah berlangsung selama beberapa jam, dan pihak berwenang di negara agresor (Arab Saudi) tidak dapat membendungnya, ” terang Saree.

Dia menyebutkan bahwa beberapa jenis drone tempur telah digunakan dalam Operasi “Balance Deterrent II’ dengan diluncurkan dari tiga lokasi yang berbeda sesuai dengan daya tahan penerbangan dan target yang ditentukan.

Baca: Zarif: Sandiwara AS Tak akan Hentikan Pembalasan Orang-orang Yaman

Dia menjelaskan bahwa drone tempur itu antara lain Qasef generasi ketiga yang dirancang dan diproduksi di dalam negeri, drone Sammad-3 yang berjarak jelajah 1.500-1.700 kilometer, serta drone yang baru dikembangkan dan dilengkapi dengan mesin jet.

Menurutnya, masing-masing drone baru dapat membawa empat bom terpandu berpresisi, dan dapat memantau serta mencapai target dari beberapa sudut. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*