Aden, LiputanIslam.com –  Pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi telah mengirim 10.000 pasukan ke provinsi Hudaydah, Yaman, untuk melancarkan lagi serangan besar-besaran terhadap kota pelabuhan Hudaydah yang terblokade, demikian diungkap oleh sebuah laporan, Senin (30/10/2018).

Memimpin koalisi sekutunya, termasuk Uni Emirat Arab dan Sudan, Arab Saudi menginvasi Yaman pada Maret 2015 dengan dalih memulihkan pemerintahan Abd Rabbuh Mansur Hadi, yang sejatinya telah mengundurkan diri di tengah gelombang protes, dan kemudian melarikan diri ke Saudi.

Sejak dimulainya perang yang dipaksakan, tentara Yaman yang didukung oleh pejuang gerakan Ansarullah Houthi melawan invasi Saudi dan sekutunya yang juga berambisi menghancurkan Ansarullah.

Kini sudah lebih dari tiga setengah tahun perang itu berlangsung tanpa ada pertanda bahwa Arab Saudi akan dapat mencapai tujuannya, padahal di awal invasinya telah bersumbar bahwa perang hanya akan memakan waktu tidak lebih dari beberapa minggu.

Pada Juni lalu pasukan koalisi Arab yang didukung oleh milisi loyalis Hadi melancarkan serangan besar-besaran ke Hudaydah, namun gagal mencapai tujuannya menduduki pelabuhan vital Hudaydah dan mengalahkan para pejuang Ansarullah di sana.

Mengutip keterangan seorang pejabat militer anonim pemerintah Hadi, AFP, Selasa, melaporkan bahwa koalisi pro-Hadi akan mengerahkan bala bantuan ke pantai Laut Merah menjelang serangan baru di Hudaydah “dalam beberapa hari ke depan.”

Pejabat itu mengklaim bahwa mereka akan “mengamankan wilayah yang dibebaskan” dari pejuang Houthi, dan bahwa pasukan Sudan telah beralih ke status “pengamanan” daerah di sekitar Hudaydah. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*