Ramallah, LiputanIslam.com –  Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki menyatakan pihaknya telah mengadukan Amerika Serikat (AS) kepada Mahkamah Internasional yang bernaung di bawah PBB karena AS telah melanggar undang-undang internasional dan memindah kedutaan besarnya untuk Israel dari Tel Aviv ke Al-Quds (Yerussalem).

Al-Maliki dalam statemennya, Sabtu (29/9/2018), mengaku “menjalankan prosedur pengajuan pengaduan ke Mahkamah Internasional, dan pada Mei lalu telah melayangkan surat kepada Kementerian Luar Negeri AS berisi desakan agar tidak memindah Kedutaan Besar AS ke al-Quds karena pemindahan ini melanggar Perjanjian Wina tentang Hubungan Diplomatik serta resolusi-resolusi Dewan Keamanan.”

Dia menjelaskan,”Ketika AS tidak menanggapi surat itu dan mengabaikan undang-undang internasional maka kamipun menyampaikan peringatan tertulis kepada Kementerian Luar Negeri AS pada 4 Juli 2018 mengenai adanya sengketa hukum, dan sesuai prosedur tertentu Mahkamah Internasional…Sekarang dan setelah berlalunya tenggat waktu hukum dan terpenuhinya semua persyaratan untuk mengajukan perkara atas AS maka pengaduan telah diajukan kepada Mahkamah Internasional secara resmi agar memvonis AS.”

Al-Maliki menyatakan bahwa tindakan ini ditempuh semata demi hak dan kedaulatan Palestina sebagai negara anggota Perjanjian Wina tentang Hubungan Diplomatik dan berbagai perjanjian lain yang terkait dengan masalah ini.

“Kami membela hak dan kami tanpa ragu, dan menolak segala bentuk pemerasan politik dan keuangan,” tegasnya. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*