Quds, LiputanIslam.com –   Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim bahwa peranan Israel sedemikian besar di Timteng sehingga bahkan menjadi satu-satunya kekuatan yang mencegah jatuhnya kawasan ini ke tangan “ekstemis Islam Syiah maupun Sunni”.

Dalam pertemuan dengan Menteri Energi Amerika Serikat Rick Perry, Selasa (23/7/2019), dia mengaku bahwa sebelumnya pada hari itu telah mengadakan pertemuan dengan “satu delegasi wartawan negara-negara Arab yang sebagian besar tidak menjalin hubungan diplomatik dengan Israel”, tanpa menyebutkan nama negara-negara itu.

Seperti disebutkan di halaman resmi Facebook-nya, Netanyahu menyebutkan bahwa para wartawan Arab itu “telah mengungkapkan keinginan mereka agar khalayak Arab mengenal negara Israel.”

Baca: Israel Mulai Proyek Penghancuran Rumah Palestina di Yerussalem

Netanyahu menjelaskan, “Telah saya katakan kepada mereka satu hal yang saya yakini, yaitu bahwa satu-satunya kekuatan yang mencegah keruntuhan Timteng dari dalam adalah Israel. Dapat saya katakan dengan pasti bahwa tanpa Israel Timteng akan ambruk oleh peluru pasukan ekstemis Islam, baik Syiah yang dipimpin Iran maupun Sunni yang dipimpin ISIS.”

Dia menambahkan, “Israel dengan eksistensinya di sini dan melalui tindakan-tindakan yang diambilnya serta upaya besar yang dikerahkannya, dan kerjasamanya yang dibangunnya telah mencegah keruntuhan Timteng dan kejatuhannya ke tangan Islam radikal.”

Sebelumnya, kantor bidang media parlemen Israel, Knesset, merilis statemen yang menyebutkan bahwa “para wartawan dan penulis ternama dari sejumlah negara Arab, termasuk Arab Saudi, Irak, dan Yordania telah berkunjung ke Knesset.”

Baca: Tentara Israel Lukai 98 Warga Gaza di Perbatasan

Dalam berbagai kesempatan, Netanyahu mengatakan bahwa Israel yang tidak memiliki hubungan diplomatik secara penuh dengan negara-negara Arab, kecuali Yordania dan Mesir, sedang bergerak menuju pemulihan hubungan negaranya dengan negara-negara Arab dan Islam.

Sebagai contoh, pada Juni lalu dia mengatakan, “Kami menjalin hubungan terbuka dan tertutup dengan sejumlah pemimpin Arab, dan ada hubungan luas antara Israel dan sebagian besar negara-negara Arab.”

Netanyahu mengklaim pihaknya sebagai pencegah kekuasaan kubu ekstremis Islam di Timteng ketika berbagai fakta di Suriah membuktikan bahwa Israel justru berperan besar di balik pemberontakan dan terorisme yang memorak porandakan Suriah sejak tahun 2011 sampai sekarang. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*