GCCLondon, LiputanIslam.com – Para pemimpin negara-negara Arab pesisir selatan Teluk Persia menyatakan kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama bahwa yang menjadi persoalan bagi mereka bukanlah program nuklir Iran, melainkan “kecenderungan ekspansif Iran di kawasan.”

Sebagaimana dilaporkan koran al-Arab yang bermarkas di London, Inggris, Minggu (5/4/2015), sumber-sumber diplomatik mengatakan bahwa hal tersebut dikemukakan para pemimpin Arab Teluk ketika dihubungi via telefon oleh Obama tak lama setelah terjalin perjanjian kerangka kerja di bidang nuklir antara Iran dan negara-negara besar dunia yang tergabung dalam P5+1 di Laussane, Swiss, Kamis pekan lalu (2/4/2015).

Disebutkan bahwa respon para pemimpin Arab Teluk terhadap Obama ialah bahwa kerisauan mereka terhadap Iran berbeda dengan kerisauan negara-negara Barat.

“Kekuatiran mereka bukan terhadap program nuklir Iran, melainkan terhadap rencana-rencana ekspansionistik Iran di kawasan serta upayanya membangkitkan konflik sektarian yang menjadi ancaman bagi keamanan dan stabilitas Teluk dan semua kawasan,” ungkap sumber-sumber tersebut.

Al-Arab menyebutkan bahwa sebagian pengamat berpendapat bahwa kesempatan Obama sangat kecil untuk dapat memfinalkan kesepakatan awal yang sudah dicapai tersebut. Mereka juga menilai Obama gagal meyakinkan sekutu-sekutu Arabnya, terutama negara-negara Teluk, terkait perjanjian yang akan menghapus semua sanksi Barat dan Dewan Keamanan PBB terhadap Iran tersebut.

Obama Jumat lalu (3/4/2015) menghubungi raja Bahraiin, raja Arab Saudi, putera mahkota Abu Dhabi, Emir Kuwait dan Emir Qatar untuk memberitahu mereka perihal kesepakatan awal yang telah dicapai antara Iran dan negara-negara yang tergabung dalam P5+1, yaitu AS, Inggris, Perancis, Rusia, Tiongkok (lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB) serta Jerman. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL