Riyadh, LiputanIslam.com –  Para netizen di jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Talk Show Arab dan internasional dalam beberapa hari terakhir memviralkan video dan gambar Grand Mufti Arab Saudi, Sheikh Abdul Aziz Al-Sheikh, yang mengumumkan penolakannya terhadap pengadaan konser penyanyi Mariah Carey dari Amerika Serikat di tanah Saudi, kecuali dengan syarat yang sepele, yaitu diadakan setelah waktu shalat Isyak.

Dilaporkan bahwa  konser Mariah Carey digelar di King Abdullah Economic City di Jeddah, Arab Saudi. Sebagaimana kebanyakan penyanyi perempuan terutama dari negara-negara Barat,  Carey biasa manggung dengan tampilan seronok. Karena itu, tentu saja menjadi pemandangan yang tak lazim jika dia tampil di Arab Saudi yang kerap disebut-sebut sebagai negeri tauhid, termasuk dengan syarat yang sesederhana itu dari Grand Mufti Saudi.  Banyak netizen mendesak supaya konser itu dibatalkan, namun Carey menolak desakan itu dengan beberapa alasan yang dia kemukakan kepada Associated Press.

Konser itu sendiri digelar sebagai salah satu bentuk pencitraan Saudi di mata Barat, terutama sejak pemerintah negara ini menjadi bahan pergunjingan dan kecaman khalayak dunia akibat kasus pembantaian wartawan Saudi Jamal Khashoggi di dalam gedung Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober 2018. (mm/nejmatv/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*