tentara suriah di aleppo2Damaskus, LiputanIslam.com –  Tak kurang dari 20 teroris anggota Jabhah al-Nusra tewas di tangan pasukan Suriah di pinggiran utara kota Hama ketika para teroris itu berusaha mendekati salah satu pangkalan militer Suriah.  Sebelumnya, puluhan pasukan berani mati yang bergerak ala ninja anggota Kamar Operasi Pembebasan Aleppo juga tewas di tangan pasukan Suriah ketika berusaha melakukan aksi penyusupan di Aleppo.

Mengutip keterangan sumber militer Suriah, kantor berita Suriah, SANA, Minggu (1/5) menyebutkan bahwa belum lama pasukan pemerintah Suriah terlibat kontak senjata sengit dengan kelompok teroris al-Nusra yang sedang menjalankan operasi penyusupan di distrik Ma’an dan bebepada di sekitarnya di pinggiran utara Hama.

“Dalam pertempuran ini 20 teroris al-Nusra terbunuh, beberapa lainnya kabur, dan sejumlah besar senjata dan amunisi milik mereka hancur. Satu pasukan militer dalam sebuah operasi maisf juga telah menghancurkan beberapa tempat persembunyian al-Nusra di desa Atshan, 45 km utara Hama,” ungkap sumber itu.

Dia menjelaskan bahwa 20 teroris yang itu antara lain komandan al-Nusra  bernama Abu Mar’i, sedangkan peralatan perang mereka yang hancur antara lain tiga unit pelontar mortir , dua unit mobil pembawa  senapan mesin berat, dan satu unit mobil lapis baja.

Di kawasan pinggiran utara dan barat laut Hama terdapat beberapa kelompok teroris yang kebanyakan adalah anggota al-Nusra dan Ahrar Sham. Beberapa hari sebelumnya, sebanyak 21 teroris berani mati anggota Kamar Operasi Pembebasan Aleppo tewas diganyang pasukan pemerintah Suriah ketika kawanan itu berusaha menyusup ke wilayah barat kota Aleppo.

Tewasnya puluhan teroris itu diakui oleh kelompok tersebut dalam sebuah statemen tertulisnya. Pemimpin kelompok teroris Jaish al-Mujahidin di halaman Facebook-nya menyebutkan, “Tujuan (operasi ini) ialah pembebasan Aleppo sepenuhnya. Kami tegaskan bahwa kematian tidak akan menghalangi kami.”

Dia menambahkan bahwa ada 600 militan “inghimasi” yang masuk ke dalam selokan-selokan kota Aleppo demi “pembebasan Suriah.”

“Inghimasi” adalah istilah yang mengemuka di kalangan teroris Suriah dengan arti yang mirip dengan kamikaze atau serangan bunuh diri yang dilakukan oleh para militan berkemampuan tinggi dengan menggunakan senjata ringan dan bom rompi. Mereka dipersiapkan untuk bertempur hingga muntahan peluru terakhir, dan jika diperlukan mereka siap meledakkan diri.

Mereka berbeda dengan pelaku serangan bunuh diri yang ada selama ini dengan hanya mengenakan bom rompi atau mengendarai bom mobil untuk diledakkan pada sasaran tanpa melalui kontak senjata dengan pihak lawan.

Kepala Kamar Operasi Rasyidin Selatan tentang ini mengatakan, “Pasukan Kebebasan yang dituduh sebagai pasukan bayaran dan pengkhianat telah membuktikan kepada semua kemampuannya menampilkan 600 pasukan inghimasi, hal yang tak dapat dilakukan oleh kebanyakan orang.”
Mengenai sebab kegagalan pasukan ini dia menyatakan bahwa pergerakan 600 orang dengan perlengkapan yang mereka bawa telah menimbulkan suara berisik di bawah permukaan tanah sehingga operasi mereka gagal. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL