NewYork, LiputanIslam.com –  Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel Al-Jubeir mengatakan negaranya tidak menutup kemungkinan menggunakan opsi militer dalam bereaksi terhadap serangan drone dan rudal yang menerjang dua komplek kilang minyak Aramco milik Saudi.

Hal tersebut dinyatakan Al-Jubeir dalam jumpa pers di sela sidang ke-74 Majelis Umum PBB di New York, AS, Selasa (24/9/2019).

Dia menjelaskan bahwa Saudi masih terus melakukan penyelidikan untuk memastikan dari mana rudal dan drone itu datang menyerang hingga menimbulkan kebakaran hebat dan melumpuhkan sekira 50 persen volume produksi minyaknya pada tanggal 14 September lalu.

“Setelah diumumkannya hasil penyeledikan mengenai serangan ke Aramco itu kami baru akan menentukan opsi kami, baik militer maupun diplomatik dan ekonomi,” terangnya.

Baca: PM Pakistan: Trump dan Bin Salman Minta Saya Tengahi Urusan dengan Iran

Meski demikian, Menteri Luar Negeri Saudi kembali melontarkan klaimnya bahwa Iran bertanggungjawab atas serangan ke Aramco karena, menurutnya, senjata yang digunakan dalam serangan ini ada buatan Iran.

Dia kemudian menegaskan, “Saudi berusaha menghindari perang dengan harga apapun, tapi kami juga tidak berpangku tangan di depan ancaman Iran.”

Baca: Iran Kecam Tuduhan Tak Berdasar Inggris, Prancis, dan Jerman

Seperti diketahui, Iran sendiri membantah klaim dan tuduhan berbagai pihak bahwa Iran berada di balik serangan itu atau bertanggungjawab atasnya. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*