peziarah-karbalaBaghdad, LiputanIslam.com –  Koran Asharq al-Awsat yang terbit di London, Inggris, Minggu (20/11/2016) menebar hoax (fitnah) menggemparkan berkenaan dengan para peziarah mancanegara dan kaum wanita lokal di Karbala, Irak. Koran yang notabene corong Kerajaan Arab Saudi ini menyebutkan bahwa di kota yang disucikan oleh kaum Syiah – karena di situ terdapat makam cucu Rasulullah saw, Imam Husain ra- ini terdapat praktik mesum antara kaum wanita setempat dengan para peziarah dari Iran.

Tak tanggung-tanggung, koran berbahasa Arab itu mencatut nama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dengan menyebutkan bahwa salah satu organisasi  PBB ini mengeluarkan peringatan mengenai adanya “kehamilan tanpa terencana dan tersebarnya penyakit dalam skala besar” akibat hubungan di luar nikah yang sah.

Disebutkan bahwa sebanyak 169 perempuan yang belum menikah telah hamil akibat berhubungan dengan para peziarah acara tahun Arba’in yang dihadiri oleh jutaan peziarah dari dalam dan luar negeri.

Bantahan WHO

WHO dalam situsnya edisi bahasa Arab di hari yang sama segera memberikan tanggapan berupa bantahan keras atas berita tersebut dan kecaman terhadap pencatutan nama WHO.karbala

WHO menyebut laporan Asharq al-Awsat “benar-benar bertentangan dengan prinsip”, dan karena itu lembaga kesehatan dunia ini “sedang menyelidiki sumber berita palsu itu untuk mengambil tindakan hukum terhadap pihak yang  memublikasikannya”, karena kabar palsu itu disebut-sebut berasal dari keterangan seorang anggota awak media WHO.

Berita hoax itu sangat menyudutkan Irak sekaligus Iran serta mengadu domba  dua negara yang mayoritas penduduknya bermazhab Syiah ini.

Reaksi Para Tokoh dan Pejabat

Hoax tersebut tak pelak membangkitkan reaksi keras dari para pejabat dan tokoh Irak. Menteri Kesehatan Irak segera menghubungi pejabat WHO setempat untuk menyampaikan bantahannya atas rumor tersebut, dan tak lama kemudian WHO merilis bantahan.

KarbalaUlama muda kharismatik Irak Sayyid Moqtada Sadr juga angkat bicara dan menyebut pemberitaan Ahsarq al-Awsat itu sebagai praktik keji dan kotor, dan karena itu dia mengancam akan menutup kantor koran itu di Irak dengan cara yang “tak biasa” jika tidak menyampaikan permohonan maaf.

Anggota parlemen Irak Hanan al-Fatlawi menyatakan akan menyampaikan somasi terhadap Asharq al-Awsat yang, menurutnya, telah membuat berita hoax yang menghina para pecinta dan pengikut setia Ahlul Bait Nabi saw.

Secara terpisah, faksi al-Fadhila di parlemen Irak  menyatakan bahwa musuh Imam Husain ra sengaja menebar berita hoax untuk mencemarkan nama baik para peziarah karena Saudi gagal meraih ambisinya dalam menebar kekacauan dan terorisme di berbagai negara.

Kecaman Perdana Menteri

Belakangan, kantor Perdana Menteri Irak juga merilis statemen mengecam Asharq al-Awsat dan meminta pihak yang berwenang agar melakukan tindakan hukum demi mencegah terulangnya kasus serupa.

Asharq al-Awsat telah menistakan tradisi ziarah Arba’in dan kehormatan kaum wanita Irak dengan menebar fitnah sambil mencatut nama lembaga internasional yang kemudian semua itu dibantah oleh lembaga ini,” bunyi statemen itu.

Statemen itu menambahkan, “Penistaan dan ilusi kotor seperti ini dilakukan demi melayani kelompok-kelompok teroris.” (mm/albawaba/irna/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL