Kairo, LiputanIslam.com – Kementerian Dalam Negeri Mesir menyatakan dua polisi tewas dan tiga lainnya luka-luka terkena ledakan bahan peledak yang dibawa oleh seorang militan yang mereka buru di jantung Kairo, ibukota Mesir, Senin (18/2/2019).

Menurut kementerian itu, pasukan keamanan mengejar pria itu sebagai bagian dari pemburuan pelaku serangan terhadap patroli polisi di Kairo barat yang terjadi pada Jumat lalu.

Menurut pernyataan itu, setelah menangkap tersangka di distrik Islam kuno Kairo dekat dengan masjid Al Azhar, “salah satu alat peledak yang dimilikinya meledak, menyebabkan kematian teroris itu dan gugurnya seorang polisi dari keamanan nasional serta seorang petugas dari (departemen) penyelidikan Kairo.

Sumber-sumber keamanan menyebutkan setidaknya tiga warga sipil juga terluka akibat ledakan itu.

Upaya serangan pada Jumat lalu membuat dua polisi dan tiga warga sipil cedera ringan ketika sebuah bom rakitan meledak selama upaya untuk menjinakkannya.

Pasukan keamanan Mesir telah melancarkan serangan terhadap gerilyawan selama setahun terakhir yang difokuskan di semenanjung Sinai Mesir.

Serangan di ibukota relatif jarang terjadi, namun sebuah bom di pinggir jalan di Giza pernah meledak dan menewaskan tiga wisawatan Vietnam dan seorang pemandu Mesir pada Desember 2018.

Iran mengecam keras serangan teroris terhadap pos pemeriksaan militer di kawasan Sinai Utara, dan mendesak kerja sama kolektif di antara semua negara untuk memerangi terorisme.

“Terorisme adalah ancaman umum bagi negara-negara kawasan dan perjuangan melawan fenomena tak menyenangkan ini membutuhkan tekad yang tulus dan kerja sama bersama oleh semua negara,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qassemi, Senin.

Dia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang meninggal. (mm/reuters/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*