Sanaa, LiputanIslam.com – Pemimpin Gerakan Ansarullah (Houthi), Abdul Malik al-Houthi, menyerukan kepada warga Yaman simpatisan kelompok ini agar berpartisipasi dalam pawai unjuk rasa akbar pada hari Ahad besok (17/2/2019),  untuk menandai “permusuhan mereka terhadap entitas Israel.”

“Pawai ini akan menegaskan keberlepasan bangsa Muslim kita dari pengkhianatan para munafik, dan menegaskan pula pendirian prinsipal bangsa ini dan kesolidannya dalam melawan agresi,” katanya  dalam sebuah pernyataan pada Sabtu malam (15/2/2019).

Orang-orang munafik yang dia maksud ialah elemen Yaman loyalis presiden tersingkir Abd Rabo Mansour Hadi, sedangkan agresi yang dia maksud ialah invasi militer pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi terhadap Yaman.

Al-Houthi menambahkan, “Konferensi Warsawa hanyalah satu di antara sekian banyak stasiun  konspirasi terhadap umat, namun apa yang membedakannya dari banyak stasiun lain sebelumnya adalah tampilan di depan umum secara terbuka setelah selama ini berjalan secara rahasia.”

Khaled al-Yamani, menteri luar negeri pemerintahan Mansour Hadi,  terlihat duduk di sisi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada pembukaan Konferensi “Perdamaian dan Keamanan di Timur Tengah” di Warsawa, ibukota Polandia.

Pemandangan ini memicu kontroversi luas di media Yaman dan membangkitkan reaksi kemarahan di situs jejaring sosial di mana banyak orang menuntut pemecatannya.

Tanpa menyebutkan nama Khaled al-Yamani, Al-Houthi menegaskan bahwa pemandangan tersebut menggambarkan pengkhianatan yang “memalukan, menghina, dan menyingkap posisi yang dikehendaki si pengkhiatan dan para juragannya (aliansi Saudi dan Uni Emirat Arab) terhadap bangsa kita yang mulia, naudzu billah”

Dia menambahkan, “Mereka ingin menjadikan bangsa kita yang mulia ini sebagai boneka Israel dan alat bagi Amerika sebagaimana yang mereka sendiri. Mereka ingin mengeluarkan bangsa ini dari posisinya yang dimuliakan Allah dengan iman, dan di jalur orientasi dan pengkhianatan itu mereka ingin menjadikan kemerdekaan, kemuliaan, dan kebebasan bangsa ini sebagai tumbal, dan membuatnya berlepas dari norma dan budi pekertinya.”

Namun al-Houthi juga menegaskan, “Bangsa kita yang mulia tetap bersiteguh pada keimanan, moral dan kemanusiaannya bersama bangsa Palestina dan kesucian, berkomitmen kepada isu-isu besar umat, dan permusuhannya terhadap Israel pelaku perampasan dan agresi terhadap umat Islam adalah pendirian yang mendasar dan berbasis akidah.”

Konferensi Tingkat Tinggi Warsawa mengenai Timur Tengah dimulai Rabu lalu. Dalam KTT yang digalang oleh Amerika Serikat (AS) ini Washington berusaha menggalang dukungan dunia kepada upayanya memberikan tekanan maksimal terhadap Iran dan dukungan optimal kepada Israel. (mm/raialyoum/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*