KTT OKI istanbul 2016 2Istanbul, LiputanIslam.com – Para petinggi Mesir dan Turki tak dapat menyembunyikan krisis hubungan bilateralnya dalam Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Konferensi Islam (KTT OKI) ke-13 di Istanbul, Turki. Tingkah para petinggi Kairo dan Ankara dalam KTT Istanbul terkait krisis itu tak pelak mengundang perhatian media.

Betapa tidak, Menteri Luar Negeri Mesir, Sameh Shoukry, dalam serah terima jabatan ketua periodik OKI dari Mesir kepada Turki, terlihat enggan berjabat tangan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan maupun dengan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu.

Sebagaimana dilaporkan Ray al-Youm, Jumat (15/4), Shoukry langsung turun dari panggung segera setelah menyerahkan jabatan ketua kepada pejabat Turki, tanpa berjabat tangan dengan Erdogan dan Cavusoglu .

Beberapa media juga menyebutkan bahwa Erdogan sendiri juga enggan berjabat tangan dengan Shoukry. Sebab, setelah Shoukry turun meninggalkan podium usai menyampaikan pidatonya selaku ketua periodik OKI sebelumnya, Erdogan naik ke panggung dari arah lain sehingga menimbulkan kesan bahwa dia sengaja memilih arah itu demi menghindari jabat tangan dengan Shoukry.

Kantor berita Iran, IRNA, saat melaporkan kejadian ini menyebutkan bahwa segi tiga Turki, Saudi dan Mesir yang sedang diupayakan oleh Riyadh untuk konstalasi politik Timteng ternyata hanya isapan jempol belaka.

Hubungan antara Turki dan Mesir tegang sejak presiden Mohamed Moursi yang didukung Turki digulingkan oleh militer Mesir pada Juli 2013, menyusul maraknya aksi protes massa terhadap kinerja Morsi dalam satu tahun kekuasaannya.

Erdogan mengutuk mengutuk pemerintah Mesir karena menjatuhkan hukuman mati atas Moursi, dan menuduh Barat menutup mata dengan tindakan tersebut. Ketika itu Erdogan bahkan menyebut Mesir sudah kembali ke jaman Mesir kuno. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL