Sidon, LiputanIslam.com –  Satu warga Palestina gugur dan satu lainnya terluka dalam  kontak senjata di kamp pengungsi Palestina Ain Hilweh di Lebanon selatan, Jumat (9/2/2018).

Sumber keamanan di Ain Hilweh mengatakan telah terjadi kontak senjata menggunakan senapan otomatis dan mortir antara militan Islam yang tak terhubung dengan organisasi apapun di satu pihak dan kelompok Fatah di pihak lain di kamp tersebut.

Insiden kekerasan ini menyebabkan satu warga Palestina bernama Abdulrahim Bassam Al-Maqdah terbunuh ketika berada di dekat rumahnya, beberapa lainnya terluka, sejumlah rumah, mobil, dan tokoh rusak berat, dan satu generator listrik terbakar.

Sumber anonim itu menjelaskan bahwa situasi keamanan memburuk setelah seorang pria bertopeng yang ditemani oleh seorang Palestina bernama Mohammad Hamad yang sama-sama ekstremis berusaha membunuh dengan melepaskan ke arah seorang anggota Fatah, Mohammad Al-Mubdi.

Kontak senjata berlangsung selama beberapa jam sebelum kemudian keadaan mereda setelah ada komunikasi antara para petinggi faksi-faksi Palestina untuk meredakan kontak senjata dan mencegah terulangnya kembali.

Usai kejadian ini tentara Lebanon menerapkan sistem keamanan ketat di dalam kamp Ain Hilweh.

Kamp pengungsi Ain Hilweh merupakan salah satu kamp pengungsi Palestina terbesar di Lebanon dan dihuni oleh lebih dari 80,000 pengungsi Palestina. Di sana juga terdapat faksi-faksi bersenjata Palestina, termasuk Fatah, kelompok-kelompok kiri dan sejumlah kelompok Islamis Palestina.

Pasca insiden kontak senjata tersebut kelompok-kelompok Palestina membentuk sebuah pasukan penjaga keamanan di dalam wilayah Ain Hilweh, sementara tentara Lebanon menjaganya dari luar melalui pos-pos keamanan pada gerbang-gerbangnya. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*