Baghdad, LiputanIslam.com –  Pasukan koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa serangan jet-jet tempurnya telah menyebabkan lebih dari 1000 warga sipil tewas di Suriah dan Irak.

Dalam laporan bulanan terbarunya dirilis Kamis (30/8/2018) koalisi ini menyatakan, “Tak kurang dari 1061 warga sipil terbunuh tanpa disengaja dalam serangan udara koalisi sejak dimulainya operasi Inherent Resolve (pada Agustus 2014)”.

Pengakuan ini dikemukakan sementara sekira 216 laporan mengenai jatuhnya banyak korban sipil akibat serangan udara pasukan koalisi internasional masih dikaji.

Angka yang disebutkan dalam pengakuan terbaru pasukan koalisi itu hanyalah pengempisan dari jumlah yang dilaporkan oleh berbagai kelompok peduli HAM.  Kelompok Airwars dan Amnesti International, misalnya, menyebutkan jumlah beberapa ribu. (mm/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*