قائد الثورة: الدفاع عن فلسطين رمز للدفاع عن الإسلامTeheran, LiputanIslam.com –  Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Grand Ayatollah Ali Khamenei dalam kata sambutannya saat menerima kunjungan Sekjen Jihad Islam Palestina Ramadan Abdullah Shalah dan rombongannya ke Teheran, Minggu (1/5), menegaskan bahwa perjuangan membela Palestina merupakan simbol perjuangan membela Islam di era kontemporer.  Dia juga menegaskan bahwa tujuan utama perang kaum mustakbirin dunia pimpinan Amerika Serikat (AS) terhadap gerakan-gerakan Islam ialah menguasai Timteng.

Dia menjelaskan bahwa perkembangan dan aneka peristiwa yang berlangsung di Timteng sekarang merupakan kelanjutan dari perang kubu mustabirin atau kaum arogan dunia yang dimulai sejak 37 tahun silam terhadap Republik Islam Iran, dan tujuan mereka saat ini adalah menguasai Timteng dengan mengandalkan kekuatan senjata.

Dia menambahkan bahwa Iran selalu mendukung Palestina dan dukungan inipun tidak mengenal batas serta sudah ditegaskan oleh pendiri Republik Islam Iran Imam Khomaini jauh hari sebelum kemenangan revolusi Islam Iran pada tahun 1979.

“AS berada di puncak kekuatannya ketika Republik Islam Iran menang, dan saat itu segala sesuatu terlihat sejalan dengan kepentingan AS, namun revolusi Islam berhasil mengubah perimbangan dan menebar spirit baru di dunia Islam,” ungkapnya, sebagaimana dilansir al-Alam.

Khamenei memastikan bahwa semua tekanan imperialis dunia terhadap Iran di berbagai bidang politik, ekonomi, media dan bahkan militer ditujukan untuk menundukkan Republik Islam Iran di depan kehendak dan kepentingan mereka.

Terkait perang di Suriah dia menepis isu konflik Sunni – Syiah dengan menegaskan bahwa pemerintah Suriah tidak bermazhab Syiah.

“Republik Islam berpihak kepada pemerintah dan rakyat Suriah walaupun pemerintah Suriah bukan Syiah. Pihak yang melawan pemerintahan ini pada kenyataannya adalah para antek Barat dan Zionis, karena itu kami berpihak kepada Suriah,” paparnya.

Menanggapi pernyataan Abdullah Shalah bahwa ada pihak-pihak tertentu yang sengaja ingin menekan Hizbullah agar menyudahi resistensinya terhadap Zionis Israel, Khamenei memastikan tekanan itu tidak akan ada artinya bagi para pejuang Islam yang berbasis di Lebanon tersebut.

“Hizbullah Lebanon  terlampau kuat untuk dapat terusik oleh tekanan-tekenan ini, dan sekarang ketangguhan Hizbullah menjadi sumber ketakutan kaum Zionis dalam arti yang sesungguhnya,” tegasnya.

Di pihak lain, Abdullah Shalah mengapresiasi dukungan total Iran selama ini kepada para pejuang Palestina. Dia juga menyampaikan laporan mengenai perkembangan situasi terkini di Jalur Gaza dan Tepi Barat. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL