Teheran, LiputanIslam.com – Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Grand Ayatullah Ali Khamenei menyatakan bangsa Iran menyukai perjuangan melawan kaum Zionis, tetapi sebagian kalangan di Dunia Islam malah sibuk melayani kepentingan Zionisme dengan melakukan aksi dan praktik takfiri (mengafirkan orang lain yang tak sependapat).

Hal ini dia kemukakan dalam tatap muka dengan alim ulama dan pemikir dari berbagai negara peserta konferensi internasional bertajuk “Takfiri Dalam Pandangan Para Ulama Islam” di Teheran, Selasa (25/11).

Dia menilai fenomena takfiri yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir ini merupakan problema yang diadakan dan dipaksakan oleh kekuatan imperialis dan Zionis terhadap Dunia Islam, terutama untuk mengalihkan perhatian umat Islam dari isu Palestina dan Masjid al-Aqsa.

“Menciptakan sebuah gerakan ilmiah, rasional dan komprehensif untuk membasmi faham takfiri hingga ke akarnya, memberikan pencerahan mengenai plot politik kaum mustakbir di balik faham ini, dan menggalang kepedulian yang besar dan aspirasi publik terkait krisis Palestina sebagai masalah utama Dunia Islam adalah bagian terpenting dan paling prioritas di antara tugas-tugas para ulama Dunia Islam dalam situasi sekarang,” ungkap Khamenei, sebagaimana diberitakan Fars News Agency.

Dia menambahkan, “Kelompok takfiri dan pemerintah-pemerintah yang mendukungnya bergerak demi tujuan kaum arogan, yakni Amerika Serikat (AS), negara-negara imperialis Eropa dan rezim Zionis. Kelompok ini melayani mereka dengan berpenampilan Islam.”

Menurutnya, di Dunia Islam sebenarnya sudah muncul gerakan kebangkitan Islam yang ditandai dengan gerakan anti AS, anti diktatorisme dan anti rezim boneka, namun gerakan besar ini hendak dibendung oleh kelompok takfiri dengan upaya mengobarkan perang saudara antarsesama umat Islam.

“Front terdepan umat Islam di kawasan ini adalah Palestina pendudukan, namun kelompok takfiri mengubah front ini dan menariknya ke jalan-jalan dan kota-kota di Irak, Suriah, Pakistan dan Libya. Ini merupakan aksi pengkhiatan kaum takfiri yang tak terlupakan,” katanya.

Khamenei menyebutkan bahwa kaum takfiri bergerak demi kepentingan kaum mustakbirin dunia antara lain terbukti dari kenyataan bahwa para pendukung takfirisme sama sekali tidak menaruh kepedulian kepada perjuangan melawan kaum Zionis. Mereka bahkan sejalan dan bekerjasama dengan rezim Zionis untuk menghadapi umat Islam dan terlibat penuh dalam aksi-aksi pengobaran kekacauan di berbagai negara dan bangsa Muslim.

Lebih jauh dia menyinggung rencana rezim Zionis untuk memproklamasikan negara Yahudi di bumi Palestina.

“Rezim Zionis berobsesi menguasai al-Quds (Baitul Maqdis/Jerussalem) dan Masjid al-Aqsa serta melemahkan bangsa Palestina. Seluruh umat Islam dan alim ulama hendaknya mendorong pemerintah masing-masing supaya turut menangani masalah Palestina,” ujarnya.

Mengenai Iran sendiri dalam masalah ini dia mengatakan, “Berkat anugerah Ilahi, Republik Islam Iran tidak terkurung oleh batasan-batasan dan pertikaian bernuansa mazhab. Sebagaimana membantu Hizbullah yang Syiah di Lebanon, Iran juga membantu Hamas, Jihad Islam dan kelompok-kelompok Ahlussunnah lain di Palestina, dan bantuan ini akan terus berlanjut.”

Dia juga mengisyaratkan bahwa Teheran siap mempersenjatai umat Islam Ahlussunnah di Tepi Barat.

“Sebagaimana telah diumumkan sebelumnya, Tepi Barat harus dipersenjatai dan siap melakukan perlawanan, dan ini pasti akan terlaksana,” tegasnya.

Ali Khamenei memastikan bahwa musuh-musuh Islam, termasuk rezim Zionis, sekarang sudah semakin lemah karena berbagai faktor.

“Rezim Zionis lebih lemah daripada kondisinya dulu. Rezim ini dulu mengangkat slogan ‘Dari Furat hingga Nil’, tapi dalam perang 50 hari di Gaza mereka tak sanggup memusnahkan terowongan bawah tanah Hamas dan Jihad Islam, padahal mereka sudah mengerahkan segenap kemampuannya,” terangnya.

Dia juga membawakan contoh ketidak berdayaan musuh-musuh Islam menekan Iran melalui isu nuklir.

“AS dan negara-negara imperialis Eropa sudah bergabung untuk memaksa Republik Islam Iran bertekuk lutut dalam isu nuklir Iran, namun mereka tak sanggup, dan di masa mendatangpun mereka juga tetap tidak akan sanggup,” tegasnya.

Konferensi “Takfiri Dalam Pandangan Para Ulama Islam” telah berlangsung dua hari di Teheran dengan membahas upaya pembasmian fenomena takfirisme dan dihadiri oleh 315 ulama dan cendikiawan Muslim dari berbagai negara.

Konferensi ini menghasilkan 114 makalah pilihan yang dicetak dan publikasikan dalam kemasan delapan jilid dengan bahasa Arab dan Persia. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL