ayatollah khameneiTeheran, LiputanIslam.com – Kecaman terhadap pemerintah Arab Saudi terkait tragedi Mina, tragedi Kamis berdarah di Mina, Mekkah al-Mukarramah, Arab Saudi, terus mengalir dari Iran, negara yang paling banyak jumlah jamaah hajinya yang meninggal dan cidera dalam insiden itu. Pemimpin Besar Revolu Islam Iran Grand Ayatullah Ali Khamenei menyatakan pemerintah Arab Saudi bertanggungjawab atas tragedi itu.

Sebagaimana dilaporkan Alalam, di sela-sela kuliah ilmua fikih dan akidah di Teheran, ibu kota Iran, Minggu kemarin (27/9), dia meminta pemerintah Saudi segera meminta maaf kepada umat Islam dan tidak berlepas tangan dari tanggungjawab atas tragedi yang menjatuhkan korban meninggal dan luka sebanyak ribuan orang itu.

“Banyak pertanyaan dari Dunia Islam tentang ini. Daripada menuding orang lain, para penguasa Saudi lebih baik meminta maaf kepada Dunia Islam dan keluarga korban, mengakui tanggungjawab penuhnya atas tragedi ini dan bertindak sesuai apa yang seharusnya,” ujar pemimpin Iran berserban hitam tersebut.

Dia menambahkan, “Duka cita ini tak terlupakan barang sesaat. Ini merupakan duka cita yang dalam beberapa hari terakhir ini selalu membayangi hati kami dan hati seluruh umat Islam.”
Menurut Khamenei, salah apabila pemerintah Saudi mengambing hitamkan orang lain dan berlepas tangan dari tanggungjawabnya atas tragedi ini.

“Dunia Islam menyimpan banyakpertanyaan, dan kematian lebih dari 2000 orang bukanlah peristiwa sederhana. Karena itu dunia Islam harus memikirkan masalah ini,” ungkapnya.

Iran merupakan negara yang paling terpukul oleh tragedi Mina karena paling banyak jumlah jemaah hajinya yang menjadi korban insiden berdesakan itu, apalagi setelah belakangan ini jumlah korban meninggalnya bertambah dari 131 menjadi 155 orang, sebagaimana diumumkan oleh Kepala Lembaga Haji dan Ziarah Iran, Said Aohadi.

Dia juga menyebutkan bahwa sebanyak 103 jemaah haji Iran menderita luka-luka dan 321 lainnya hilang dan belum ditemukan.
Pada musim haji tahun ini Iran mengirim jemaah haji sebanyak 64,000 orang. Atas tragedi itu Iran mengumumkan masa berkabung tiga hari.

Insiden mengerikan itu terjadi Kamis lalu (24/9) akibat jemaah yang saling berdesakan hingga banyak yang jatuh dan saling tindih ketika mereka sedang bergerak untuk menunaikan manasik lempar Jamarat di Mina. Banyak kalangan menyatakan tragedi ini terjadi akibat inkopetensi dan ketidak becusan otoritas Saudi dalam pengelolaan haji.

Korban WNI Jadi 19 Orang

Belasan warga negara Indonesia (WNI) juga dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa itu. Dalam laporan terbaru disebutkan bahwa korban meninggal WNI bertambah dari 14 menjadi 19 orang.

“Jamaah haji yang wafat pada rilis kami sebelumnya adalah sebanyak 14 orang, saat ini menjadi 19 orang,” kata Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah Arsyad Hidayat dalam jumpa pers di Mekkah, Minggu kemarin, seperti dikutip BBC.

Dia menambahkan bahwa jumlah korban cidera dan masih dirawat di rumah sakit Arab Saudi masih sama dengan informasi kami sebelumnya, yaitu sebanyak enam orang.

Arsyad juga mengatakan bahwa jumlah jamaah haji yang dilaporkan belum kembali, telah berkurang dari yang semula dilaporkan sebanyak 112 orang menjadi 99 orang.

Mufti Saudi: Suratan Takdir

Mufti besar Arab Saudi Syeikh Abdulaziz al-Sheikh menyebut tragedi itu sudah menjadi suratan takdir, dan otoritas Saudi yang menangani haji tak dapat disalahkan.

“Allah telah memilih seorang putera mahkota di antara para makhlukNya untuk menjadi penanggungjawab di negeri ini, negeri Haramaian nan mulia… Putera Mahkota telah menunaikan kewajibannya… Adapun hal gaib maka ilmunya hanya pada Allah,”tutur al-Sheikh ketika ditemui oleh Putera Mahkota Saudi, Mohammad bin Nayef, di dalam kemahnya di Mina.

Pernyataan al-Sheikh diamini oleh Mohhammad bin Nayef dengan mengatakan bahwa jumlah korban dapat ditekan berkat sepjak terjang petugas keamanan Saudi. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL