Quds, LiputanIslam.com –  Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa Israel “tak dapat bersabar terhadap ancaman Iran”. Demikian disebutkan dalam sebuah pernyataan yang dirilis kantor Netanyahu melalui Twitter.

Dilaporkan bahwa Netanyahu telah tiba di kota Sochi, Rusia, Kamis (12/9/2019), untuk kunjungan kenegaraan yang hanya berlangsung satu hari.

“Kami berharap gesekan (antara senjata Israel dan Rusia di angkasa Suriah) tidak menghalangi koordinasi di antara kita. Kami berpendirian demikian, dan akan kami lanjutkan melalui pembicaraan di antara kita malam ini,” tutur Netanyahu kepada Putin, sembari mengapresiasi pernyataan Putin bahwa  “keamanan Israel sangatlah penting”.

Netanyahu menambahkan, “Pada Agustus lalu telah terjadi eskalasi akibat beberapa kali upaya Iran menyerang Israel melalui wilayah Suriah serta upaya Iran mengarahkan rudal-rudal berpresisi tinggi terhadap kami.”

Baca: Iran Sebut Retorika Kontroversial Netanyahu Hanya Kampanye Politik

Netanyahu mengundang Putin datang ke Israel untuk berpartisipasi dalam peringatan 75 tahun pembebasan kamp konsentrasi Auschwit, yaitu apa yang disebut-sebut sebagai kamp pembantaian Yahudi oleh Nazi di Polandia dalam Perang Dunia II.

Menurut channel 13 milik Israel, Netanyahu dan Putin mengadakan pertemuan selama 3 jam setelah tertunda selama sekira  dua setengah jam, tanpa disebutkan penyebab ketertundaan.

Baca: Sekjen PBB Pantau Ancaman Netanyahu Terkait Pencaplokan West Bank

Sebelum itu, sebagaimana dilaporkan surat kabar Maariv milik Israel, dalam pertemuan dengan Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoygu, Netanyahu juga menuding Iran berusaha meningkatkan upayanya melancarkan serangan ke Israel. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*