Idlib, LiputanIslam.com – Kelompok teroris takfiri Jabhat Fateh al-Sham yang sebelumnya bernama Front al-Nusra dilaporkan memperoleh akses ke 100 pesawat nirawak (drone) melalui seorang pengusaha Turki agar digunakan dalam serangan kimia terhadap pasukan pemerintah Suriah di provinsi Idlib.

Seperti dilansir PressTV, Senin (3/11), sumber-sumber anonim lokal mengatakan kepada bagian bahasa Arab kantor berita Sputnik milik Rusia bahwa nirawak itu telah diangkut dari kota Harem di dekat perbatasan dengan Turki ke posisi militan di kota Ma’arrat Misrin, dan diserahkan kepada teroris asal Maroko dan Libya.

“Teroris itu bekerja di bawah pengawasan seorang ahli Inggris untuk modifikasi drone menjadi lebih ringan, dan mampu membawa cangkang kecil yang sarat dengan bahan kimia beracun,” kata sumber itu.

Pada 22 November lalu Sputnik melaporkan bahwa para ahli Prancis telah tiba di kota Idlib untuk meningkatkan misil Jabhat Fateh al-Sham dan mengisinya dengan zat kimia beracun.

Sumber-sumber lokal itu menjelaskan bahwa para ahli tersebut bertujuan untuk menggunakan drone dalam serangan kimia agar tentara Suriah dituduh sebagai pelakunya, dan kemudian menjadi dalih bagi Amerika Serikat dan sekutunya untuk menggempur tentara Suriah.

Disebutkan bahwa Jabhat Fateh al-Sham mengangkut 200 drone dari kota Sarmada al-Muhandseen di kota Idib ketika para ahli Turki dan Chechen membuat modifikasi teknis dan elektronik padanya. Nirawak itu sendiri sebelumnya telah memasuki wilayah Suriah melalui Turki.

Suriah dilanda pemberontakan dan terorisme yang disponsori oleh pihak-pihak asing sejak Maret 2011. Pemerintah Suriah mengatakan rezim Israel serta sekutu Barat dan regionalnya membantu kelompok teroris takfiri mendatangkan malapetaka di Suriah. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*