Ramallah, LiputanIslam.com – Rezim Zionis Israel terus menebar aksi brutal di wilayah pendudukan Tepi Barat, Palestina.  Tentara Zionis telah menghancurkan sebuah bangunan rumah milik seorang ibu Palestina yang kelima putranya dijebloskan ke dalam penjara oleh Israel, Sabtu (14/12/2018).

Bangunan milik ibu bernama Latifa Abu Hmeid itu terletak di kamp pengungsi Amari dekat kota Ramallah, Tepi Barat, dan salah satu putranya dituduh membunuh seorang tentara dengan cara melemparkan lempengan dari atap ketika terjadi serangan tentara Israel ke kamp pengungsi Amari pada bulan Mei lalu.

Reporter kantor berita Anadolu melaporkan bahwa tentara Israel menggerebek kamp Amari pada Sabtu pagi lalu mengepung bangunan rumah empat lantai itu.

Sebelum merobohkannya, tentara Zioniz mengusir belasan wartawan dan aktivis yang berada di dalam banguna itu untuk mencegah penghancuran.

Koresponden AFP di tempat kejadian melaporkan bahwa rumah keluarga itu hancur total.

Warga sekitar mengatakan bahwa ratusan warga, termasuk anak-anak, diperintahkan keluar dari rumah mereka dan ditempatkan di lapangan olahraga di malam yang dingin, sementara operasi militer berlanjut.

Setelah pembongkaran, konfrontasi pecah antara warga setempat dan pasukan Israel. Pasukan Zionis ini menggunakan gas air mata, peluru berlapis karet, dan bahkan juga peluru tajam untuk membubarkan massa.

Sedikitnya 56 warga Palestina terluka dalam aksi protes terhadap penghancuran rumah tersebut.

Kepala tim perunding Palestina, Saeb Erekat, di Doha, Qatar, menegaskan bahwa pembongkaran ini dapat memicu eskalasi kekerasan di Tepi Barat dan al-Quds (Yerusalem).

“Ini adalah kejahatan perang oleh rezim pendudukan … Benjamin Netanyahu (Perdana Menteri Israel) bertanggung dengan pemerintahnya jawab penuh atas kejahatan perang yang dilakukan terhadap rakyat Palestina,” kata Erekat. (mm/aljazeera)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*