Foto yang dirlis oleh AS sebagai tempat persembunyian Abu Bakar al-Baghdadi.

Beirut, LiputanIslam.com –  Kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (IS/ISIS/ISIL/DAESH) untuk pertama kalinya mengkonfirmasi kematian pemimpinnya, Abu Bakar al-Baghdadi, yang sebelumnya telah diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump telah tewas diterjang operasi militer AS di bagian barat laut Suriah.

Konfirmasi itu diumumkan ISIS melalui layanan pesan Telegram sembari menyebutkan pengganti al-Baghdadi, yaitu  Abu Ibrahim al-Hashemi al-Qurashi.

Juru bicara baru ISIS, Abu Hamzah al-Qurashi, dalam rekaman suara yang dipublikasi melalui akun-akun jihadis di Telegram menyatakan, “Kami berbela sungkawa kepada kalian atas (kematian) amirul mukminin dan khalifah kaum Muslimin Syeikh Mujahid Abu Bakar al-Baghdadi, dan kami berbela sungkawa kepada kalian atas (kematian) juru bicara resmi Negara Islam (IS) Syeikh Mujahid Abul Hasan al-Mujahid. Keduanya telah terbunuh pada beberapa hari lalu.”

Abu Hamzah al-Qurashi menambahkan bahwa Majelis Syura ISIS telah berbaiat atau bersumpah setia kepada Abu Ibrahim al-Hashimi al-Qurashi sebagai “amirul mukminin dan khalifah bagi Muslimin”.

Baca: Bashar Assad: ISIS akan Diproduksi lagi oleh AS Sesuai Kebutuhan

Sebelumnya dilaporkan bahwa pasukan khusus AS telah mendeteksi keberadaan al-Baghdadi di wilayah barat laut Suriah dan kemudian menggempur lokasi persembunyiannya.

Disebutkan pula bahwa al-Baghdadi sempat berusaha kabur ke dalam terowongan dan melakukan bunuh diri dengan meledakkan rompi berisi bom.

Juru bicara baru ISIS, Abu Hamza al-Qurashi, mengajak umat Islam untuk berbaiat kepada Abu Ibrahim al-Hashimi.

Nama Hashemi tidak diketahui oleh pasukan keamanan, dan diyakini sebagai nama samaran selama peperangan.

ISIS menggambarkan pemimpin barunya sebagai “figur terkemuka dalam berjihad”, tanpa memberikan keterangan rinci mengenai al-Qurashi, dan tidak pula merilis fotonya.

Baca: Usai Kematian Al-Baghdadi, Peneliti Swedia Prediksi Kebangkitan Daesh ‘3.0’

Statemen ISIS juga mengklaim bahwa Hashemi adalah veteran dalam berbagai medan “jihad”.

Dengan menyebutkan kata “al-Qurashi”, ISIS mengklaim pemimpin barunya berasal dari suku yang sama dengan Nabi Muhammad saw, yaitu suku Quraish yang dianggap sebagai kualifikasi utama untuk menjadi seorang khalifah. (mm/raialyoum/bbc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*