Baghdad, LiputanIslam.com – Kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) kembali bergentayangan di Irak bersamaan dengan berlangsungnya kecamuk pertempuran mereka di Suriah belakangan ini.

Para pemimpin politik Irak mengatakan pembunuhan sistematis di jalan-jalan terluar Irak disebabkan oleh dukungan Washington bagi kelompok teroris beraliran Salafi/Wahhabi tersebut untuk kembali gentayangan di Irak demi membenarkan keberadaan pasukan AS di Irak.

 

Laporan intelijen Barat mengkonfirmasi adanya infiltrasi seribu teroris ke Irak belakangan ini melalui Suriah manakala mereka tertekan di Suriah.

Kawana teroris itu mengatur kembali organisasinya dan menggunakan daerah-daerah di Pegunungan Hamrin, Makhul dan Badia al-Jazirah untuk melakukan aksi penculikan, pembunuhan, pemasangan ranjau, dan melakukan penghadangan di jalur-jalur transportasi Irak.

Sekretaris Jenderal gerakan Asaib Ahl al-Haq, Qais al-Khazali, menyebut aksi pembunuhan di provinsi Karbala dan Salah al-Din sebagai upaya pembenaran bagi kehadiran Amerika Serikat (AS), dan karena itu dia menduga berbagai kejahatan susulan masih akan terjadi.

Secara terpisah, anggota parlemen untuk koalisi al-Fatah, Mohammed Karim al-Baldawi, menuding Washington telah mendatangkan sejumlah pemimpin ISIS melalui pangkalan-pangkalan militer AS di Irak untuk melatih mereka dan mempersiapkan pergerakan mereka dalam organisasi-organisasi yang mirip dengan gerakan-gerakan kebangkitan rakyat Irak.

Adapun situasi di lapangan Irak, terjadi ketegangan wilayah-wilayah di perbatasan dan kawasan gurun menyusul adanya peningkatan jumlah korban pembunuhan yang dilakukan oleh ISIS, dan kasus yang terbaru diantaranya adalah terbunuhnya enam orang nelayan kota Najaf di kawasan Tharthar, provinsi Anbar. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*