Teheran, LiputanIslam.com –   Pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menahan sebuah kapal tanker asing yang menyelundupkan satu juta liter bahan bakar Iran di dekat Selat Hormuz di Teluk Persia, dan merilis pernyataan mengenai rincian peristiwa ini.

Sebuah pos komando angkatan laut IRGC dalam pernyataannya yang dirilis Kamis (18/7/2019) menjelaskan insiden itu terjadi di selatan Pulau Larak, Iran, pada Ahad lalu.

Angkatan Laut IRGC yang berpatroli di perairan dalam misi anti-penyelundupan telah menindak kapal itu setelah memastikan sifat muatannya dan mendapatkan persetujuan hukum yang diperlukan dari pihak berwenang Iran.

Kapal itu memuat bahan bakar dari kapal-kapal tradisional Iran dan akan menyerahkannya ke kapal asing lainnya di perairan yang lebih jauh. Dalam kapal tanker itu terdapat 12 awak asing dan berkapasitas dua juta liter bahan bakar.

“Unit-unit angkatan laut (Iran) di daerah ini akan terus melakukan operasi keamanan dan misi yang bertujuan menghadapi upaya penyelundupan bahan bakar terorganisir … dengan tegas dan tajam sepanjang waktu,” bunyi pernyataan itu.

Pernyataan itu juga menolak laporan beberapa media Barat yang menuduh IRGC merebut kapal lain dalam beberapa hari terakhir.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, yang berada di New York untuk menghadiri pertemuan PBB, menyebut kapal yang disita IRGC itu sebenarnya bukan tanker, melainkan kapal kecil yang dipakai untuk menyelundupkan satu juta liter – bukan satu juta barel – minyak mentah.

“Kami melakukan ini (memeriksa kapal) setiap hari. Mereka adalah orang-orang yang menyelundupkan minyak kita, ”ujarnya kepada wartawan, Kamis.

AS dan sejumlah sekutunya menuduh Iran melakukan balasan berupa sabotase kelautan dan mengganggu pengiriman minyak mentah dan bahan bakar internasional di kawasan Teluk Persia.

Iran dikenai sanksi minyak dan petrokimia oleh AS. Washington menerapkan kembali sanksi itu setelah keluar dari perjanjian nuklir multilateral Iran dengan sejumlah negara besar dunia.

Iran, PBB, Uni Eropa, dan banyak negara besar mengecam penarikan diri AS dari perjanjian itu dan pemberlakuan kembali sanksi terhadap Iran.

Teheran berjanji untuk mempertahankan haknya atas pendapatan minyak dan bahan bakar, dan mengecam upaya Washington menekan Iran dengan “terorisme ekonomi.” (mm/alalam/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*