Teheran, LiputanIslam.com – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa pelaku serangan bunuh diri yang menyebabkan  27 anggota IRGC meninggal pada pekan lalu adalah dua orang Pakistan.

“Pelaku bom bunuh diri adalah Hafez Mohammed Ali, yang berasal dari Pakistan,” ungkap kantor berita IRNA mengutip pernyataan kepala pasukan darat IRGC di sela-sela upacara peringatan para korban insiden tersebut di Teheran, Senin (19 Februari 2019).

Sebuah serangan bom mobil pada 13 Februari lalu telah menargetkan sebuah bus milik IRGC di provinsi tenggara Sistan-Baluchistan di dekat perbatasan dengan Pakistan.

Serangan itu menjadi salah satu serangan paling berdarah terhadap IRGC sejak lembaga ini didirikan pada tahun 1979 untuk melindungi pemerintahan republik Islam dari ancaman asing dan domestik.

Brigjen Mohammad Pakpour dari IRGC menjelaskan bahwa penyelidikan dilakukan setelah mengidentifikasi jenis bom mobil yang digunakan.

“Dua hari yang lalu, tersangka pertama, seorang wanita, diidentifikasi dan ditangkap  sehingga  memungkinkan untuk mengidentifikasi orang lain… Dua anggota kelompok teroris itu adalah orang Pakistan,” katanya.

Senin lalu (18/2/2019) IRGC mengumumkan penangkapan tiga tersangka dalam serangan bunuh diri tersebut. Tanpa menyebutkan identitas dan kewarganegaraan mereka, IRGC saat itu menyatakan, “Mereka mempersiapkan aksi bunuh diri dengan baik.”

Pakpour mengatakan kelompok itu “mempersiapkan serangan bunuh diri” untuk menyerang acara peringatan 40 tahun kemenangan Revolusi Islam yang dirayakan pada 11 Februari, tetapi gagal karena “kesiapan” pasukan keamanan. (mm/alalam/railayoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*