Teheran, LiputanIslam.com –  Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran Ali Shamkhani menyatakan bahwa 90% tujuan Iran di Suriah telah tercapai, dan pada tahap selanjutnya serta dalam waktu dekat ini akan terjadi perkembangan penting dalam penguatan pasukan Poros Resistensi di Suriah.

Dalam wawancara dengan kantor berita Tasnim yang dipublikasi pada Sabtu (23/2/2019), Shamkhani mengatakan bahwa penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) dari Suriah adalah akibat keterpaksaan oleh realitas di lapangan, terutama kekalahan para sekutunya di kawasan, dan pada akhir tahun ini juga akan terpaksa menarik pasukannya dari tempat-tempat lain di kawasan.

Menurutnya, kabar mengenai relokasi pasukan AS ke Irak lebih merupakan klaim daripada realitas, sebab pemerintah, parlemen, dan rakyat Irak menolak mentah-mentah relokasi itu.

Mengenai sanksi AS terhadap Iran dia mengatakan bahwa Teheran memiliki banyak opsi untuk membatasi dampaknya bagi ekspor minyak Iran.

“Kami memiliki opsi-opsi selain pemblokiran Selat Hormuz untuk menghentikan aliran minyak jika kami terancam… Pemerintah AS memerlukan iktikad baik, dan tak perlu dialog dengan AS,” tuturnya.

Mengenai Suriah dia mengatakan bahwa Iran telah meraih 90% tujuannya di negara yang sempat dilanda krisis pemberontakan dan terorisme sejak tahun 2011 itu.

“Apakah agresi kaum Zionis memiliki berdampak besar dan signifikan pada pencapaian tujuan resistensi? Jawabannya ialah bahwa kami telah merealisasikan lebih dari 90% tujuan kami. Karena itu, agresi tersebut tak memiliki pengaruh strategis, dan Poros Resistensi telah bergerak maju dalam misinya,” terang Shamkhani.

Persentase keberhasilan itu meskipun Israel mengklaim telah mengerahkan pasukan intelijennya di Suriah, lanjutnya, menunjukkan bahwa rezim Zionis itu juga tidak memiliki pengawasan intelijen.

“Dalam satu kasus di antaranya mereka malah mengarahkan perhatian ke gudang karpet dengan asumsi bahwa itu adalah gudang rudal. Ini merupakan skandal dari segi militer,” ujarnya.

Shamkhani menjelaskan, “Kami telah menempuh beberapa tindakan untuk menjaga garis merah kami dari segi korban jiwa akibat agresi. Hal ini dilakukan dengan kerja sama tentara Suriah dan kelompok sekutu di negara ini. Dalam waktu dekat ini kita akan menyaksikan perkembangan signifikan dalam peningkatan daya preventif Poros Resistensi di Suriah. Saya kira, para pejabat Zionis, terutama kalangan militer dan intelijennya, mengetahui hal ini dengan baik…. Metode penanganan agresi entitas Zionis terhadap Suriah dan Poros Resistensi pada tahun 2019 akan berbeda dengan sebelumnya.”

Di bagian akhir dia mengatakan, “Penargetan pasukan Iran dan Poros Resistensi pada sebagian agresi merupakan pelanggaran terhadap garis merah kami. Karena itu, kami bereaksi sengit pasca serangan ke Bandara T-4, dan kami telah melancarkan serangan sengit terhadap mereka.” (mm/alalam/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*