iran saudiTeheran, LiputanIslam.com –  Berbagai kota dan daerah di Iran hari ini usai shalat Jumat (9/9/2016) akan menjadi ajang unjuk rasa akbar anti dinasti al-Saud yang berkuasa di Arab Saudi untuk menandai peringatan tragedi berdesakan di Mina, Arab Saudi, pada musim haji tahun lalu.

Laman berita al-Alam melaporkan bahwa dalam unjuk rasa akbar itu lautan massa dipastikan akan mengutuk kejahatan dinasti al-Saud terhadap para jemaah haji serta kejahatan rezim Bahrain yang menggelar “pengadilan sandiwara” terhadap ulama terkemuka Syiah Bahrain Ayatullah Syeikh Isa Qassem.

Unjuk rasa ini akan menjadi salah satu unjuk rasa terbesar di negeri mullah ini karena selain digelar di Teheran, ibu kota Iran, juga akan diselenggarakan di lebih dari 850 kota dan daerah Iran lainnya.

Di pihak lain, Dewan Ulama Senior Arab Saudi meminta kepada umat Islam di dunia agar berpihak kepada Arab Saudi dan ikut mencela apa yang disebut oleh dewan ini sebagai praktik tak bertanggungjawab pemerintah Iran dalam ibadah haji.

“Haji adalah penunaian manasik, bukan peneriakan slogan-slogan politik atau sektarianisme…. Unjuk rasa, teriakan yel-yel, dan pawai tergolong bentuk perdebatan yang dilarang di tengah pelaksanaan manasik haji,” tulis dewan ini di media sosial Twitter.

Tragedi berdesakan di Mina dalam ibadah haji tahun 2015 telah menggugurkan 2,297 jemaah yang 464 di antaranya adalah jemaah haji Iran. Hal ini menimbulkan kemarahan pihak Iran hingga memburuklah hubungan kedua negara dan melebar ke berbagai persoalan lain, termasuk larangan otoritas Saudi terhadap penyelenggaraan aksi “bara’ah minal musyrikin” atau aksi berlepas diri kaum musyrik.

Umat Islam Iran meyakini aksi berlepas diri dari kaum musyrik sebagai bagian dari kewajiban dalam penunaian ibadah haji. Aksi ini biasa dilakukan dengan cara berpawai dan berdemonstrasi meneriakkan yel-yel anti AS dan Israel yang mereka anggap sebagai gembong kaum musyrikin dan sumber angkara murka di dunia masa kini.

Saudi yang bersekutu dengan AS dan belakangan akan memulihkan hubungan dengan Israel keberatan terhadap aksi tersebut karena secara tidak langsung juga memojokkan Saudi sebagai sekutunya AS dan sahabat Israel.

Dalam perundingan yang berlangsung beberapa bulan lalu, Teheran dan Riyadh gagal mencapai kesefahaman mengenai partisipasi jemaah haji Iran dalam musim haji tahun ini. Akibatnya, tahun ini Iran tidak mengirim jemaah haji ke tanah suci. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL