Berlin, LiputanIslam.com –  Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengingatkan Uni Eropa (UE) dengan kewajiban mereka menggagalkan sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap Iran.

Dalam pernyataannya kepada mingguan Dier Spiegel terbitan Jerman, Sabtu (15/9/2018), menegaskan, “Setelah AS mundur dari perjanjian nuklir jika UE tetap menunjukkan reaksi-reaksi pasif terhadap perjanjian nuklir maka mereka hendaknya menunggu dari pihak Iran dampak sikap ini.”

Dia menambahkan, “Eropa dan pihak-pihak lain yang menandatangani perjanjian nuklir harus menggagalkan pengaruh sanksi AS.”

Zarif mengingatkan bahwa Iran akan bereaksi jika sudah tak ada lagi keseimbangan dan konsistensi dalam perlakuan mereka terhadap perjanjian nuklir Iran.

“Salah satu opsi Iran ialah menambah lagi pengayaan uranium,” ancamnya.

Menteri Luar Negeri Iran mengimbau negara-negara Eropa agar menerapkan undang-undang pencegahan untuk melawan sanksi AS terhadap Iran dan menjatuhkan saksi terhadap perusaha-perusahaan yang mundur dari kerjasama perdagangan dengan Iran akibat sanksi AS.

Zarif mengingatkan, “Eropa harus mengambil keputusan mengenai apakah mereka siap mengubah perkataan menjadi tindakan agar kami melihat apakah Eropa menyerah kepada AS dan menjalankan keinginannya atau tidak.”

Mengenai penolakannya terhadap perundingan langsung pemerintah Iran dengan Presiden AS Donald Trump Zarif mengatakan, “Tak ada dasar apapun untuk pelaksanaan perundingan ini. Jika AS kembali kepada perjanjian nuklir maka bisa jadi kami memikirkan perundingan ini.” (mm/alalam/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*