Damaskus, LiputanIslam.com –  Suriah, Selasa (7/8/2018), menuding Israel berada di balik aksi teror yang menewaskan ahli rudal terkemuka Suriah Aziz Asbar, sementara Israel enggan mengomentari tuduhan ini.

Aziz Asbar yang menjabat direktur riset Studi Sains dan Pusat Riset Suriah tewas terkena ledakan bom yang menyasar mobilnya di kora Masyaf, provinsi Hama, pada Sabtu lalu (4/8/2018).

Media Suriah menuduh dinas rahasia Israel, Mossad, berada di balik aksi teror terhadap Asbar yang sebelumnya pernah dua kali selamat dari upaya pembunuhan oleh agen Israel. Koran al-Watan menyebutkan bahwa Asbar dihabisi karena pekerjaannya yang “penting” pada sistem pertahanan Suriah.

“Musuh, Israel, telah membunuh salah satu otak terkemuka Suriah,” tulis al-Watan, Selasa.

Di hari yang sama, koran New York Times mengutip pernyataan seorang pejabat anonim sebuah badan intelijen Timur Tengah bahwa Israel bertanggung jawab atas serangan itu. Surat kabar itu menyebutkan bahwa Asbar telah berkolaborasi dengan komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Mayjen Qasem Soleimani, dalam memproduksi rudal berpresisi tinggi di Suriah.

Menteri Intelijen Israel Yisrail Katz menyatakan gembira atas terbunuhnya Asbar, namun enggan mengomentari berbagai laporan bahwa Israel berada di balik pembunuhan ini.

“Kita tentu tidak akan berkomentar atas laporan demikian, dan sekarangpun saya tidak berkomentar,” ungkapnya.

Katz menambahkan, “Saya dapat mengatakan bahwa jika rincian mengenai aktivitas orang ini (Asbar) benar dan dia telah mengembangkan senjata kimia dan rudal jarak jauh yang dapat menghantam Israel maka saya tentu menyambut gembira kematiannya.” (mm/raialyoum/washingtontimes)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*